Berita

Jalan Rusak Bertahun-tahun, Aliansi Cipayung Garut Seret Pemkab Keluar dari Janji Manis ​

×

Jalan Rusak Bertahun-tahun, Aliansi Cipayung Garut Seret Pemkab Keluar dari Janji Manis ​

Sebarkan artikel ini
Aktivis gabungan organisasi mahasiswa Cipayung Garut.

GOSIPGARUT.ID — Bobroknya jalan penghubung Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy di Garut Selatan bukan lagi sekadar urusan lubang di atas aspal. Akses yang melumpuhkan nadi ekonomi, pelayanan kesehatan, hingga mobilitas sekolah itu kini memicu perlawanan. Gabungan organisasi mahasiswa Cipayung Garut—PMII, HMI, dan GMNI—resmi turun gunung merapatkan barisan bersama gerakan Aksi Gema BSP untuk menagih janji Pemerintah Kabupaten Garut.

​Gerakan bermotokan “Warga Bantu Warga” ini menegaskan satu hal: kesabaran masyarakat Garut Selatan sudah habis. Janji perbaikan yang kerap menguap di meja birokrasi dan hanya menjadi hiasan dokumen anggaran tahunan dinilai sebagai pembiaran sistematis terhadap kesejahteraan warga.

​“Jangan sampai masyarakat terus diminta bersabar, sementara jalan rusak menjadi pemandangan yang diwariskan dari tahun ke tahun. Perencanaan pemerintah harus berujung pada realisasi, bukan hanya menjadi dokumen yang tersimpan di meja birokrasi,” tegas perwakilan Cipayung Garut.

Baca Juga:   Keluhan Warga Viral, Jalan Rusak Pamalayan–Cikarang di Cisewu Garut Tak Masuk Draf Perbaikan 2026

​Di mata mahasiswa dan warga, buruknya jalur vital ini bukan cuma memangkas kecepatan kendaraan, tapi menahan laju ekonomi warga yang bergantung pada distribusi hasil bumi. Akses kesehatan terhambat, biaya logistik membengkak, dan keselamatan warga dipertaruhkan setiap hari.

​Mengaku tak mau lagi diinabukukan retorika pembangunan, Aliansi Cipayung Garut melayangkan lima tuntutan keras kepada Pemkab Garut:

Baca Juga:   Garut Nyatakan Siap Tekan Angka Penyebaran Covid-19 Klaster Keluarga

​Prioritas Mutlak: Menjadikan perbaikan total ruas Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy sebagai agenda infrastruktur nomor satu.

​Buka Dapur Anggaran: Membuka transparansi dokumen perencanaan dan angka anggaran ke publik tanpa ada yang ditutupi.

​Patok Tenggat Waktu: Memberikan kepastian tanggal main dan target pengerjaan di lapangan, bukan sekadar janji “segera”.

​Fokus Keselamatan Warga: Menjamin alokasi dana benar-benar dipakai untuk spesifikasi jalan yang aman dan tahan lama.

Baca Juga:   Distribusi Sembako Bangub di Garut Tertunda, Empat Ton Telur Membusuk

​Pengawasan Rakyat: Melibatkan warga lokal secara langsung dalam mengawasi proyek guna mencegah pengerjaan asal-asalan.

​Bagi Aliansi Cipayung, keberhasilan pembangunan daerah tak bisa diukur dari tebalnya laporan kerja bupati di atas kertas. Pembangunan baru dianggap ada jika aspal mulus sudah bisa dilindas roda kendaraan warga. Rakyat Garut Selatan menolak terus diberi harapan palsu—jalan harus dibenahi sekarang juga. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel Iklan
Yudi-Tmi
previous arrow
next arrow
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *