Politik

PKS Garut Angkat Budaya Sunda dan Lingkungan dalam Konsolidasi Kader

×

PKS Garut Angkat Budaya Sunda dan Lingkungan dalam Konsolidasi Kader

Sebarkan artikel ini
Kegiatan PKS Garut.

GOSIPGARUT.ID — Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kabupaten Garut menggelar kegiatan “Sapa Warga Berbasis Budaya” yang dirangkaikan dengan Apel Akbar di Gedung Art Center Garut. Kegiatan tersebut menjadi ajang konsolidasi kader sekaligus evaluasi satu tahun kepengurusan PKS Garut dalam memperkuat interaksi dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan berlangsung sejak pagi. Warga dan kader mengikuti jalan santai, mengunjungi pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Acara juga diisi pertunjukan seni tradisional, antara lain pencak silat dan gondang.

Keterlibatan kader muda dalam pertunjukan budaya menjadi salah satu pesan yang hendak disampaikan PKS. Partai itu mendorong generasi muda untuk mengenal dan ikut menjaga tradisi lokal di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat.

Anggota DPRD Jawa Barat, H. Ahab Sihabudin, mengatakan pembangunan daerah tidak semestinya hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik. Menurut dia, pembangunan perlu berjalan beriringan dengan penguatan identitas dan kebudayaan masyarakat.

Baca Juga:   Kampung Bareto, Kawasan Wisata Edukasi Berkonsep Budaya Sunda yang Ada di Garut

“Sebagai sebuah bangsa atau peradaban, ketika dibangun tanpa menjadikan budaya sebagai basisnya, itu akan rentan mengalami kegagalan,” ujar Ahab.

Ia mencontohkan sejumlah negara Asia, seperti Jepang dan Cina, yang menurut dia mampu mengembangkan ekonomi dan pembangunan tanpa meninggalkan identitas budaya. Karena itu, memasuki momentum menuju Indonesia Emas 2045, Ahab mendorong penguatan nilai-nilai budaya Sunda sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.

Nilai silih asih, silih asah, dan silih asuh menjadi prinsip yang disebut penting untuk memperkuat solidaritas sosial. Ahab juga menyinggung nilai silih jejer liat tali sebagai bagian dari semangat membangun kehidupan masyarakat yang saling menopang.

Agenda PKS Garut juga membawa isu lingkungan. Salah satu perhatian partai adalah alih fungsi lahan di kawasan pegunungan yang berpotensi meningkatkan kerentanan ekologis.

Baca Juga:   Kehilangan Satu Kursi di DPRD Garut, PDIP Gelar Konsolidasi Kader

Melalui program “Jaga Leuweung”, PKS mengerahkan kader untuk terlibat dalam kegiatan penghijauan. Sebanyak 15 kader diterjunkan secara berkala untuk menanam pohon di sejumlah kawasan yang dinilai rawan kritis, antara lain Banyuresmi, Karangpawitan, dan Karangtengah.

Ketua DPD PKS Kabupaten Garut, H. Yusuf Musyaffa, mengatakan Apel Akbar dan Sapa Warga diikuti sekitar 350 peserta dari jajaran pengurus PKS se-Kabupaten Garut. Ratusan warga juga hadir di lokasi kegiatan.

Menurut Yusuf, pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu fokus kepengurusan PKS Garut. Program tersebut diarahkan terutama pada penguatan ekonomi mikro dan ketahanan pangan keluarga.

Di sektor UMKM, kata Yusuf, pendekatan yang digunakan tidak berhenti pada pemberian modal. PKS berupaya membangun ekosistem usaha melalui pelatihan, pendampingan, dan edukasi kewirausahaan.

“Untuk UMKM, kita tidak hanya berfokus pada permodalan, tetapi membangun ekosistemnya secara utuh melalui pelatihan, pendampingan, hingga edukasi mindset kewirausahaan,” kata Yusuf.

Baca Juga:   PKS Garut Selenggarakan Kemah Bakti Nusantara di Bumi Perkemahan Embung Cibunar

Sementara untuk ketahanan pangan keluarga, PKS Garut mendorong warga memanfaatkan lahan pekarangan. Edukasi dilakukan melalui pembuatan kompos mandiri dan pemanfaatan ruang terbatas di sekitar rumah untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga.

Yusuf mengatakan pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas pelayanan masyarakat hingga tingkat paling dekat dengan warga.

Melalui kegiatan yang menggabungkan kebudayaan, lingkungan, UMKM, kesehatan, dan ketahanan pangan, PKS Garut berupaya menjadikan konsolidasi internal partai sekaligus sebagai ruang interaksi dengan masyarakat.

Agenda itu juga menjadi momentum bagi PKS Garut untuk mengukur kembali peran struktur partai dalam menjawab persoalan warga, bukan hanya melalui kegiatan politik, tetapi melalui program pemberdayaan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel Iklan
Yudi-Tmi
previous arrow
next arrow
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *