Berita

BPKAD Garut Buka Suara Soal Pencairan Dana FTBI Langsung ke Rekening Kepala Sekolah ​

×

BPKAD Garut Buka Suara Soal Pencairan Dana FTBI Langsung ke Rekening Kepala Sekolah ​

Sebarkan artikel ini
Kepala BPKAD Kabupaten Garut, Saepul Hidayat.

GOSIPGARUT.ID — Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Garut memberikan klarifikasi terkait mekanisme penyaluran dana hadiah Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). Pembayaran yang ditransfer langsung ke rekening kepala sekolah dinilai sah secara regulasi keuangan daerah melalui prosedur Langsung (LS) atau Surat Perintah Membayar (SPM).

​Mekanisme ini memangkas mata rantai birokrasi karena anggaran tidak lagi mengendap atau melewati bendahara Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut. Penjelasan tersebut sekaligus meluruskan kesalahpahaman publik mengenai tata kelola dana penghargaan kegiatan edukatif tersebut.

​Kepala BPKAD Kabupaten Garut, Saepul Hidayat, menjelaskan bahwa sistem akuntansi keuangan daerah mengenal dua jalur utama pencairan anggaran: Ganti Uang (GU) dan Langsung (LS). Jalur GU mewajibkan alokasi dana berputar di bendahara dinas sebelum dibagikan. Sebaliknya, jalur LS mengeksekusi transfer dari kas daerah langsung ke rekening penerima manfaat.

Baca Juga:   Mantan Kades Panggalih Ditahan Polda Jabar, Dana Desa Rp643 Juta Diduga Dipakai Bayar Utang Pribadi

​”Kalau mekanismenya LS, Dinas Pendidikan mengusulkan ke BPKAD, kemudian BPKAD melakukan transfer tidak melalui bendahara Disdik dulu, tapi langsung ke yang bersangkutan,” kata Saepul saat dikonfirmasi, baru-baru ini.

​Secara teknis, BPKAD bertindak sebagai eksekutor pencairan atas rekomendasi resmi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis. Dalam konteks ini, Dinas Pendidikan tetap memegang kendali administratif dan tanggung jawab verifikasi data penerima. BPKAD memproses pembayaran berdasarkan usulan Surat Perintah Membayar yang diterbitkan Disdik.

Baca Juga:   Desa Otari di Nagano “Taman Alam Tsugaike” Dibuka pada 7 Juni — Salju yang datang terlambat dan Pemandangan Pegunungan Alpen Utara Menunggu

​Saepul menduga kuat transaksi dana hadiah FTBI memakai skema LS karena sifat penyalurannya berupa hibah, penghargaan, atau alokasi spesifik untuk pihak ketiga. Prosedur ini lazim diterapkan pada berbagai kegiatan pemerintah daerah, termasuk pembayaran pengerjaan proyek kepada penyedia jasa.

​”Banyak mekanismenya, misalnya LS. Seperti proyek-proyek pembangunan ke perusahaan, dari BPKAD langsung ke pengusaha. Tapi dasar pencairannya tetap berasal dari SKPD,” tutur Saepul menambahkan.

​Penerapan skema transaksi langsung ini dirancang untuk menjamin akuntabilitas sekaligus memicu efisiensi birokrasi. Dengan memotong alur pencairan perantara, potensi keterlambatan distribusi dana hadiah kepada para pemenang maupun sekolah penerima dapat ditekan secara signifikan.

Baca Juga:   Dua Pekan Jelang Lebaran, Minyakita Menghilang dari Sejumlah Pasar di Garut, Pedagang: Kalau Ada Harganya Mahal

​Kendati mengonfirmasi keabsahan proseduralnya, BPKAD mengaku masih menunggu dokumen rinci terkait laporan teknis pencairan khusus kegiatan FTBI tersebut dari Dinas Pendidikan. Kepastian itu penting untuk memastikan seluruh tahapan pengusulan hingga penerimaan dana sesuai dengan regulasi tata kelola keuangan daerah yang berlaku. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel Iklan
Yudi-Tmi
previous arrow
next arrow
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *