GOSIPGARUT.ID — Penantian panjang terhadap perbaikan jalan kabupaten yang tak kunjung terealisasi mendorong warga Desa Karangsewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, mengambil langkah sendiri. Dengan dana hasil iuran masyarakat, mereka bergotong royong mengecor ruas jalan rusak yang menghubungkan Coblosan-Karangsewu, Rabu (22/7/2026).
Perbaikan dilakukan di dua titik tanjakan yang mengalami kerusakan paling parah, yakni di Kampung Cibadak dan Kampung Jati. Sepanjang sekitar 250 meter jalan dicor menggunakan beton agar tetap dapat dilalui kendaraan, terutama saat musim hujan.
Sebanyak 90 orang terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas warga, unsur lembaga desa, hingga perangkat desa yang bekerja bersama memperbaiki akses jalan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.
Tokoh masyarakat Desa Karangsewu, Daryana, mengatakan gotong royong menjadi pilihan karena warga tidak lagi ingin hanya menunggu kepastian pembangunan yang hingga kini belum terlihat.
“Warga sudah jengkel menunggu anggaran yang sifatnya sepotong-sepotong. Padahal Karangsewu yang sangat membutuhkan perbaikan justru belum tersentuh sama sekali. Selama ini baru sebatas kabar katanya mau dibangun, sehingga masyarakat merasa terus diberi harapan,” ujar Daryana.

Menurut dia, kerusakan jalan telah berlangsung cukup lama dan berdampak pada aktivitas warga, mulai dari mobilitas sehari-hari hingga distribusi hasil pertanian. Karena itu, masyarakat berinisiatif mengumpulkan dana secara swadaya agar kondisi jalan tidak semakin membahayakan pengguna.
Daryana mengaku memahami pernyataan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin yang menyebut pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap. Namun, warga berharap ruas jalan Coblosan-Karangsewu tidak kembali tertinggal dalam daftar prioritas.
“Memang Bupati menyampaikan perbaikannya dilakukan satu per satu. Tetapi kami khawatir jalan di Karangsewu justru terlupakan,” katanya.
Ia menuturkan, hingga kini masyarakat masih diliputi ketidakpastian mengenai kapan perbaikan permanen akan dilakukan pemerintah.
“Yang kami rasakan sekarang hanya harap-harap cemas. Apakah harapan itu benar-benar akan diwujudkan atau kembali menguap. Warga Karangsewu hanya ingin ada keberpihakan kebijakan agar jalan ini akhirnya mendapat perhatian,” ucapnya.
Selain itu, Daryana menilai rencana penanganan jalan desa yang disebut-sebut akan dikerjakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga belum memberikan kepastian. Menurut dia, informasi mengenai program tersebut masih belum jelas sehingga pemerintah desa kerap menjadi sasaran pertanyaan warga.
“Pada akhirnya pihak desa yang terus ditanya masyarakat, sementara kami sendiri belum memiliki kepastian mengenai realisasi program itu,” kata Daryana. ***



.png)











