Berita

Distribusi Sembako Bangub di Garut Tertunda, Empat Ton Telur Membusuk

×

Distribusi Sembako Bangub di Garut Tertunda, Empat Ton Telur Membusuk

Sebarkan artikel ini
Paket sembako bantuan Gubernur Jabar yang menumpuk di Gudang Bulog Garut. (Foto: Ai Respati)

GOSIPGARUT.ID — Pendistribusian sembako dari bantuan Gubernur (Bangub) Jawa Barat bagi 47.983 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Garut, hingga hari ini masih tertunda. Bantuan sembako berupa beras, mie instan, telur, vitamin, minyak sayur, gula, dan terigu, masih tertahan di gudang Bulog Garut.

Akibat bantuan sembako itu lama tidak didistribusikan, setidaknya empat ton telur membusuk dan harus diganti dengan yang baru. Sementara proses pendistribusian belum bisa dipastikan waktunya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah, mengatakan, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah bekerjasama dengan PT Pos Cabang Garut untuk mendistribusikan Bansos kepada warga miskin di Kabupaten Garut. Belum diperoleh kejelasan apa alasannya bantuan tersebut belum didistribusikan.

Sementara dijelaskan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) ESDM Kabupaten Garut Gania Karyana, bahwa kewenangan pendistribusian Bangub tersebut ada di Dinas Sosial, Bulog, dan PT Pos Cabang Garut. Pihaknya, diakui dia, hanya memantau saja.

Baca Juga:   Selama Pandemi, Pembangunan Jalan di Jabar Banyak Tertunda, Pendapatan Rp5 Triliun Hilang

Sedangkan keterangan dari Kepala Kantor Pos Cabang Garut, Ade Novel, menyebutkan bahwa pendistribusian Bansos Gubernur Jawa Barat belum bisa dimulai dikarenakan data penerima baru diterima dari Dinas Sosial Kabupaten Garut. Data itu, jelas dia, kini sedang diproses dan diolah.

“Pengolahan datanya dilakukan Kantor Regional Pos. Setelah pengolahan data selesai, baru Bangub bisa didistribusikan kepada warga miskin yang akan menerima,” kata Ade, Sabtu (8/5/2020).

Ia belum bisa memastikan kapan distribusi Bangub bisa dimulai, karena sangat tergantung proses pengolahan datanya. “Mudah-mudahan proses data tidak lama sehingga distribusi ke masyarakat dapat segera dilaksanakan,” ujar Ade.

Baca Juga:   Warga Miskin di Sukajaya Itu Akhirnya Dapat Bantuan Sembako dan Uang dari Camat Cisewu

Ditemui di Gudang Bulog, Kepala Gudang Bulog Kabupaten Garut, Herman Taryana sedang tidak ada di tempat. Praktis, GOSIPGARUT.ID pun belum memperoleh keterangan darinya.

Sementara dari pantauan di Gudang Bulog Kabupaten Garut, bahwa pada Sabtu (8/5/2020) gudang tersebut masih dipenuhi paket sembako yang siap didistribusikan. Para pekerja terlihat bekerja ekstra mengemas setiap komoditas ke dalam dus berlabel Bulog.

Sayangnya, karena waktu belum ada kepastian, hingga puluhan ribu paket Bangub tersebut memenuhi Gudang Bulog Garut. Tidak ayal komoditas yang cepat busuk seperti telur pun harus diganti lagi.

“Ada sekitar empat ton lah telur yang membusuk akibat tidak segera disalurkan. Selain telur busuk, juga pekerjaan pengepakan jadi bertambah karena harus mengganti pengepakan telur,” ungkap salah seorang petugas yang tidak mau disebutkan namanya.

Baca Juga:   Jadi Biangkerok Kenaikan HET LPG 3 Kg, Pengurus Hiswana Migas Garut Diminta Dibubarkan

Menyoal kerugian yang diderita Bulog akibat adanya komoditas yang busuk karena lambatnya distribusi, dia enggan berkomentar. “Bukan kewenangan saya untuk menjawabnya, Bu,” jawab dia.

Sementara, dengan diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak tanggal 6 Mei lalu masyarakat sangat menantikan bantuan sembako dari Gubernur Jabar itu, agar dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Seperti penuturan Wawan (45), seorang pedagang asongan asal Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. “Ari teu disalurkeun wae mah iraha atuh bisa didaharna? (Jika belum disalurkan kapan bisa dinikmatinya),” ucapnya. (Respati)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *