Jawa Barat

Konektivitas Jabar Digeber, Dedi Mulyadi dan KAI Modernisasi Jalur Jakarta–Bandung dan KRL Nambo-Citayam

×

Konektivitas Jabar Digeber, Dedi Mulyadi dan KAI Modernisasi Jalur Jakarta–Bandung dan KRL Nambo-Citayam

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin sepakat mempercepat modernisasi jalur kereta Jakarta–Bandung dan optimalisasi layanan KRL lintas Nambo–Citayam, Bogor.

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah mengakselerasi dua proyek besar di sektor transportasi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin sepakat mempercepat modernisasi jalur kereta Jakarta–Bandung dan optimalisasi layanan KRL lintas Nambo–Citayam, Bogor.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan metropolitan Jawa Barat.

“Kalau jalur kereta Jakarta–Bandung dimodernisasi, perjalanannya bisa ditempuh hanya dalam satu setengah jam. Dengan tiket sekitar Rp150 sampai Rp300 ribu, saya yakin kereta akan selalu penuh,” ujar Dedi Mulyadi, Kamis (6/11/2025).

Menurut Dedi, modernisasi jalur ini merupakan strategi jangka panjang yang tidak hanya mempersingkat waktu tempuh, tapi juga mendorong pemerataan ekonomi antarwilayah. Ia menilai proyek ini bisa melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat sebagai pemegang saham lokal.

Baca Juga:   Kurikulum "Nyaah ka Indung", KDM Berharap Generasi Muda Garut Selalu Mencintai Sosok Ibu

“Kita bisa ajak Pemkot Bandung, para pebisnis hotel, hingga warga Jabar untuk ikut berinvestasi. Bayangkan, warga Jabar punya saham di kereta buatan dalam negeri. Ini bukan sekadar transportasi, tapi simbol kemandirian ekonomi daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Dirut KAI Bobby Rasyidin menuturkan, modernisasi jalur Jakarta–Bandung tidak perlu membangun lintasan baru. Cukup dengan peningkatan kualitas rel eksisting sepanjang 150 kilometer, penataan tikungan, dan penerapan teknologi tilting agar kereta tetap stabil di jalur berkelok.

“Estimasi biaya sekitar Rp8 triliun. Investasi itu mencakup perbaikan rel, pembangunan terowongan dan jembatan baru, serta penyempurnaan sistem double track,” kata Bobby.

Baca Juga:   1,6 Juta ASN Terancam Dirumahkan, Begini Respon Gubernur Ridwan Kamil

Selain proyek besar di jalur antarprovinsi, KAI juga tengah mengoptimalkan layanan KRL lintas Nambo–Citayam untuk mengurai kepadatan di jalur Bogor–Jakarta. Jalur yang selama ini menggunakan single track akan dikembangkan agar frekuensi perjalanan meningkat signifikan.

“Jalur Nambo saat ini hanya punya satu rel dengan headway satu jam. Jika terminasi di Citayam diaktifkan, frekuensinya bisa jadi setiap 15 menit,” jelas Bobby.

Dengan penambahan panjang rangkaian dan perpanjangan peron di sejumlah stasiun, kapasitas angkut penumpang dari Bogor ke Jakarta diproyeksikan melonjak hingga 200 ribu orang per hari.

Baca Juga:   Liga 4 Piala Gubernur Jabar 2025 Resmi Bergulir di Garut, Dedi Mulyadi Tekankan Kebangkitan Sepakbola Desa

Tak hanya itu, pembangunan flyover di Depok yang menghubungkan Nambo–Cibinong ke Citayam juga tengah dikebut untuk memperlancar arus kereta dan memangkas waktu tunggu.

“Begitu flyover-nya rampung, kereta dari Nambo–Cibinong bisa langsung residing ke Stasiun Citayam. Ini akan jauh lebih efisien,” ujarnya.

Dedi Mulyadi menyebut langkah kolaboratif antara Pemprov Jabar dan PT KAI ini merupakan bagian dari transformasi besar transportasi publik di Jawa Barat.

“Visi kita jelas, Jawa Barat harus punya sistem transportasi modern, efisien, dan berkelanjutan. Dari Bandung sampai Jabodetabek, semua harus terkoneksi,” tutupnya. (Yan AS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *