Jawa Barat

Kurikulum “Nyaah ka Indung”, KDM Berharap Generasi Muda Garut Selalu Mencintai Sosok Ibu

×

Kurikulum “Nyaah ka Indung”, KDM Berharap Generasi Muda Garut Selalu Mencintai Sosok Ibu

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi (KDM).

GOSIPGARUT.ID — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meluncurkan Kurikulum Nyaah ka Indung di Pendopo Kabupaten Garut, Selasa (1/7/2025).

Dengan peluncuran kurikulum ini diharapkan generasi muda Jabar, khususnya Garut, tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, berkarakter, dan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kasih sayang terhadap orang tua, terutama ibu.

Dalam sambutannya, KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda untuk selalu mencintai dan menghormati sosok ibu sebagai sumber kehidupan.

“Ketika kita bicara ibu, kita sedang membicarakan peristiwa dan sifat yang mendalam. Ibu bukan hanya yang melahirkan kita, tapi juga menjadi kampung nostalgia bagi setiap anak,” ungkap KDM, yang menyebut ibu dengan “indung” dalam bahasa Sunda.

Baca Juga:   Sejak Dioperasikan pada Oktober 2023, Penumpang Kereta Cepat Whoosh Capai 2 Juta Orang

KDM mengenang betapa mendalamnya makna ibu dalam hidupnya hingga menginspirasi lahirnya lagu legendaris berjudul Indung.

Lagu tersebut menjadi ekspresi kecintaannya yang mendalam kepada sang ibu, terutama setelah ditinggal selamanya.

“Ibu adalah jiwa kita. Ketika seorang anak kehilangan ibu, sebenarnya dia kehilangan separuh jiwanya,” tutur KDM dengan suara bergetar.

Ia juga menekankan bagaimana tradisi sederhana seperti _ayun ambing_, mengayun anak di sinjang ibu memiliki filosofi mendalam dalam mendidik anak.

Tradisi ini bukan sekadar cara meninabobokan, tetapi juga menjadi simbol kelekatan emosi dan kasih sayang yang membentuk karakter anak.

Baca Juga:   Gubernur Dedi Mulyadi: ASN Tak Produktif Akan Dipindah ke Sekolah, Bantu Urus Administrasi dan Dana BOS

“Mengapa anak-anak sekarang cenderung hiperaktif dan kehilangan identitas, salah satunya karena hilangnya tradisi ayun ambing. Mereka banyak dilepas tanpa dipeluk dan dipegang kembali,” katanya.

Lebih lanjut, KDM mengajak masyarakat untuk merawat alam sebagaimana merawat ibu.

Menurutnya, tanah dan air adalah ibu pertiwi yang harus dijaga dan dicintai.

“Perlakukan alam sebagaimana kita memperlakukan ibu kita. Tanam pohon, rawat lingkungan. Itu adalah bentuk nyata kita menanam kehidupan,” pesan KDM.

Sementara itu Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dalam sambutannya menegaskan dukungan penuh terhadap program Pemda Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:   Tolak Mobil Dinas Baru, Dedi Mulyadi Minta Alihkan untuk Kepentingan Masyarakat

Ia menyebut kurikulum Nyaah ka Indung sejalan dengan visi misi Garut yang menjunjung tinggi nilai-nilai penghormatan kepada orang tua dan leluhur.

“Kami ingin menanamkan rasa hormat dan cinta kepada orang tua, khususnya ibu sejak dini kepada putra-putri kita. Kami wujudkan ini melalui kurikulum yang nanti diimplementasikan secara konkret,” jelas Abdusy.

Ia juga mengapresiasi PGRI dan tim perumus yang telah menyusun kurikulum dengan cepat dan penuh dedikasi.

Applause untuk PGRI yang sudah bekerja luar biasa,” ujarnya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *