GOSIPGARUT.ID — Penurunan anggaran Dana Desa (DD) tidak menghalangi Pemerintah Desa Pamalayan, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, untuk menuntaskan berbagai program pembangunan. Berbekal gotong royong dan swadaya masyarakat, sejumlah proyek infrastruktur hingga program sosial tetap berjalan dan rampung sesuai rencana.
Kepala Desa Pamalayan, H. Budi Rahmat, mengungkapkan bahwa anggaran Dana Desa tahun ini tercatat sebesar Rp373.456.000, mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, pihaknya tetap mampu merealisasikan pembangunan, terutama rabat beton jalan usaha tani (JUT) di sejumlah titik.
“Alhamdulillah pembangunan rabat jalan usaha tani sudah selesai. Ini tidak lepas dari partisipasi dan semangat gotong royong masyarakat yang sangat tinggi,” ujar Budi Rahmat, Senin (20/4/2026).
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan desa bukan semata ditentukan oleh besaran anggaran, melainkan juga oleh keterlibatan aktif warga dalam setiap prosesnya. Karena itu, Budi mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah dicapai bersama.
Secara keseluruhan, pelaksanaan pembangunan desa tahun ini menghabiskan anggaran sekitar Rp417.840.000 yang dialokasikan ke berbagai sektor prioritas.
Di bidang kesehatan, dana digunakan untuk mendukung kegiatan posyandu, pemberian makanan tambahan bagi balita, ibu hamil, dan lansia, serta insentif kader kesehatan. Program Desa Siaga Kesehatan juga tetap berjalan.
Sementara di sektor infrastruktur, pembangunan difokuskan pada peningkatan jalan desa dan jalan usaha tani di hampir seluruh wilayah RW. Pekerjaan meliputi rabat beton, telford, hingga pembangunan tembok penahan tanah (TPT). Program padat karya tunai desa (PKTD) turut digulirkan, seperti pembangunan jalan lingkungan TPU Cisireum dan pemeliharaan saluran irigasi.
Selain itu, pemerintah desa juga menyalurkan bantuan stimulan rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) sebanyak enam unit, serta membangun tempat pembuangan sampah sementara guna meningkatkan kebersihan lingkungan.
“Setiap RW mendapatkan kegiatan pembangunan, mulai dari JUT, TPT, PKTD, hingga fasilitas lainnya. Ini bentuk pemerataan pembangunan di Desa Pamalayan,” kata Budi.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Dana Desa tetap menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan desa. Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM), status Desa Pamalayan kini telah meningkat dari desa berkembang menjadi desa maju, hingga akhirnya mencapai kategori desa mandiri.
“Dana Desa sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini menjadi salah satu kunci peningkatan status desa kami hingga menjadi desa mandiri,” pungkas Budi. ***



.png)





