Berita

90 Persen PKBM di Garut Tak Terakreditasi, Bupati Syakur Ingatkan Evaluasi Besar-besaran

×

90 Persen PKBM di Garut Tak Terakreditasi, Bupati Syakur Ingatkan Evaluasi Besar-besaran

Sebarkan artikel ini
Bupati Syakur Amin, memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pembinaan kepada pegawai Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Selasa (9/9/2025).

GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyoroti serius keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di wilayahnya. Ia menyebut hampir 90 persen PKBM belum terakreditasi dan sebagian bahkan diduga fiktif.

“Kalau SD yang tidak terakreditasi hanya sekitar 3 persen. Tapi untuk SMP dan PKBM angkanya sangat besar, hampir 70 persen. PKBM malah hampir 90 persen belum terakreditasi,” kata Syakur usai memberi pembinaan kepada pegawai Dinas Pendidikan dan koordinator wilayah (Korwil) pendidikan dari 42 kecamatan, Selasa (9/9/2025).

Syakur menilai persoalan itu bisa mengganggu tata kelola pendidikan di Garut jika tidak segera dibenahi. Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap seluruh program dan lembaga yang dianggap bermasalah.

Baca Juga:   Rumah Janda Tua di Leles Garut Terbakar, Yudha Puja Turnawan Turun Langsung Beri Bantuan dan Dorong Perbaikan Rumah

“Kalau tidak dievaluasi, tata kelola kita akan semakin tidak proper,” tegasnya.

Korwil pendidikan tetap dipertahankan

Selain PKBM, Syakur juga menyinggung polemik soal keberadaan Korwil pendidikan. Belakangan, isu pembebasan tugas para Korwil ramai dibicarakan. Ia menegaskan struktur Korwil tidak akan dihapus, namun kepemimpinan dan mekanismenya akan dikaji ulang.

“Korwil tetap ada, tapi kepemimpinan dan masukan dari lapangan harus dievaluasi lebih jauh,” ujarnya.

Baca Juga:   Sabtu 30 Mei, Kloter Terakhir Jemaah Calon Haji Garut Berangkat ke Tanah Suci

Dalam kesempatan itu, Syakur turut menyinggung soal fasilitas pendidikan yang terbengkalai. Menurutnya, masih banyak bangunan sekolah dan sarana lain yang tidak dimanfaatkan secara optimal.

“Ini juga menjadi bahan evaluasi bagi kita semua,” kata dia.

Syakur menegaskan, mengejar ketertinggalan pendidikan di Garut tidak bisa hanya mengandalkan kepala daerah. “Semua harus bergerak bersama, termasuk teman-teman (jajaran Dinas Pendidikan),” tutupnya. ***

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *