GOSIPGARUT.ID — Nasib para Koordinator Wilayah (Korwil) pendidikan di Kabupaten Garut hingga kini masih belum jelas. Sejak dibebastugaskan sementara, posisi strategis di tingkat kecamatan itu belum mendapat kepastian apakah akan dipertahankan, diganti, atau bahkan dihapus sepenuhnya.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengakui bahwa kebijakan terkait kelanjutan jabatan Korwil pendidikan masih dalam tahap evaluasi menyeluruh. Pemerintah daerah, kata dia, tengah menimbang berbagai aspek, termasuk efektivitas peran Korwil dalam sistem tata kelola pendidikan daerah.
“Kelanjutan korwil ya lagi dievaluasi. Kita lagi evaluasi, kemudian kemarin sudah ada masukan-masukan lagi,” ujar Syakur kepada wartawan di Komplek Pendopo Garut, Rabu (15/10/2025).
Syakur menyebut, berbagai masukan dari kalangan internal Dinas Pendidikan maupun pihak eksternal terus diterima. Evaluasi tersebut, lanjutnya, dilakukan agar keputusan yang diambil nantinya tidak hanya administratif, tetapi juga berdampak positif bagi mutu pelayanan pendidikan di Garut.
Bupati menegaskan, keputusan akhir soal nasib Korwil akan diumumkan dalam satu hingga dua pekan ke depan.
“Nanti kita akan perkuatlah minggu-minggu depan atau dua minggu lagi, apakah diganti orangnya atau mungkin sama sekali ditiadakan,” ungkapnya.
Kebijakan ini menjadi sorotan karena Korwil selama ini berperan penting dalam mengkoordinasikan sekolah-sekolah dasar di tingkat kecamatan. Banyak pihak menilai, kekosongan peran Korwil dapat berpengaruh terhadap efektivitas supervisi dan komunikasi antara Dinas Pendidikan dan sekolah di lapangan.
Di sisi lain, muncul pula pandangan bahwa struktur Korwil perlu disesuaikan dengan arah reformasi birokrasi agar lebih efisien dan tidak tumpang tindih dengan peran pengawas sekolah.
Dengan waktu keputusan yang semakin dekat, para mantan Korwil kini hanya bisa menunggu. Apakah jabatan mereka akan direstrukturisasi atau dihapus sepenuhnya, semuanya tergantung hasil evaluasi yang tengah disiapkan Bupati Garut bersama timnya. ***


.png)











