Olahraga

Siasat Buky Wibawa Mendorong Industri Sport Tourism dari Lapangan Futsal Garut

×

Siasat Buky Wibawa Mendorong Industri Sport Tourism dari Lapangan Futsal Garut

Sebarkan artikel ini
​Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna, memberikan keterangan kepada wartawan seputar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Futsal Piala Ketua DPRD Jawa Barat 2026 yang digelar di Garut.

GOSIPGARUT.ID — Riuh ribuan pendukung membahana di Sport Hall Ciateul, Kabupaten Garut. Pada 20–27 Agustus 2026, arena ini menjadi panggung adu taktik 20 tim putra dan 18 tim putri dari 25 kabupaten/kota dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Futsal Piala Ketua DPRD Jawa Barat 2026. Namun, di balik perebutan piala, ada siasat ekonomi dan kebudayaan yang tengah dirancang.

​Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna, menegaskan perhelatan ini bukan sekadar turnamen rutin pencedok bakat. Ia mematok target lebih tinggi: menjadikan turnamen olahraga sebagai penggerak ekosistem sport tourism yang memadukan kekuatan atletik, seni tradisi, dan ekonomi kerakyatan.

​”Jawa Barat dalam urusan futsal sudah sangat menonjol di Indonesia. Bahkan bisa dibilang menjadi barometer futsal nasional,” ujar Buky saat memantau jalannya kompetisi di Garut.

Baca Juga:   Di Garut, Gubernur Jabar Minta Pemerintah Desa Optimalkan Potensi Daerahnya

​Garut dipilih bukan tanpa alasan. Wilayah ini dinilai memiliki irisan kuat antara potensi atlet, destinasi wisata, dan kekayaan seni tradisi. Dengan menyisipkan panggung pertunjukan budaya di sela kompetisi futsal, Buky menilai promosi warisan daerah bisa bergerak lebih masif dan alami kepada kontingen dari pelbagai pelosok Jawa Barat.

​Siasat ini, kata Buky, sengaja dirancang untuk memicu multiplier effect. Kehadiran ratusan atlet, ofisial, dan penonton selama delapan hari penuh terbukti menyuntikkan denyut ekonomi bagi penginapan, sektor kuliner, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

​Gagasan mengawinkan olahraga dengan pariwisata tak berhenti di Garut. Buky mencatat daerah lain seperti Cirebon, Bandung, Cianjur, Tasikmalaya, hingga Sukabumi punya modal sosial dan objek wisata yang setara. Karena itu, ia berencana membawa usulan integrasi ini ke meja Gubernur Jawa Barat untuk disahkan menjadi program pembangunan jangka pendek hingga panjang.

Baca Juga:   Kapolri Salurkan 1.479 Paket Sembako untuk Eks Karyawan PT Danbi di Garut

​”Ini bisa menjadi gagasan besar. Kita satukan kegiatan olahraga dengan pariwisata dan pertunjukan seni tradisi. Semua potensi itu kita kembangkan menjadi satu kesatuan yang melahirkan ekosistem perekonomian,” kata Buky.

​Di lapangan, Kejurda ini diposisikan sebagai kawah candradimuka menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). Tim pemandu bakat (talent scout) diturunkan secara khusus untuk menjaring pemain muda potensial yang siap ditarik ke kasta profesional.

Baca Juga:   Kepala Desa di Garut Belum Menerima SK Perpanjangan Masa Jabatan, Ini Alasannya

​”Adik-adik harus serius dan menunjukkan kemampuan maksimal. Ada talent scout yang memantau. Kalau ada yang bagus, pasti diambil menjadi pemain profesional,” ujar Buky membakar semangat para pemain.

​Guna menopang mimpi besar tersebut, Buky menyoroti krusialnya pembenahan fasilitas olahraga di seluruh cabang. Ia mengingatkan agar pemerintah daerah tak membebankan pembiayaan sarana hanya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan aktif menjaring kemitraan swasta.

​”Untuk anggaran kita bisa cari. Yang penting jangan menggantungkan pada APBD saja. Saya akan dorong Gubernur untuk terus memperhatikan dan merealisasikan sarana-prasarana olahraga yang memadai,” tegasnya. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *