Tiga Pemain Akademi Persib Putri Ikuti Pemusatan Latihan Tim Nasional

Tiga Pemain Akademi Persib Putri Ikuti Pemusatan Latihan Tim Nasional

GOSIPGARUT.ID -- Tenaga honorer dalam tubuh pemerintahan akan dihapus mulai tahun 2023. Kebijakan ini menuai pro dan kontra bagi honorer maupun...
Read More
Delapan Kota Miliki Janda Terbanyak di Indonesia, Posisi Kedua Ditempati Garut

Delapan Kota Miliki Janda Terbanyak di Indonesia, Posisi Kedua Ditempati Garut

GOSIPGARUT.ID -- Tenaga honorer dalam tubuh pemerintahan akan dihapus mulai tahun 2023. Kebijakan ini menuai pro dan kontra bagi honorer maupun...
Read More
Sabet 12 Penghargaan, Kafilah Garut Berada di Peringkat 8 MTQ Provinsi Jawa Barat

Sabet 12 Penghargaan, Kafilah Garut Berada di Peringkat 8 MTQ Provinsi Jawa Barat

GOSIPGARUT.ID -- Tenaga honorer dalam tubuh pemerintahan akan dihapus mulai tahun 2023. Kebijakan ini menuai pro dan kontra bagi honorer maupun...
Read More
Pemkab Garut Akan Beri Kompensasi Rp5 Juta Setiap Ekor Hewan Ternak Mati Akibat PMK

Pemkab Garut Akan Beri Kompensasi Rp5 Juta Setiap Ekor Hewan Ternak Mati Akibat PMK

GOSIPGARUT.ID -- Tenaga honorer dalam tubuh pemerintahan akan dihapus mulai tahun 2023. Kebijakan ini menuai pro dan kontra bagi honorer maupun...
Read More
1.748 Ekor Ternak di Garut Dilaporkan Sembuh dari Penyakit Mulut dan Kuku

1.748 Ekor Ternak di Garut Dilaporkan Sembuh dari Penyakit Mulut dan Kuku

GOSIPGARUT.ID -- Tenaga honorer dalam tubuh pemerintahan akan dihapus mulai tahun 2023. Kebijakan ini menuai pro dan kontra bagi honorer maupun...
Read More
Jumlah Bidan di Garut Ada 1.700, Wabup Garut: Yang Berketerampilan Mandiri Hanya 300

Jumlah Bidan di Garut Ada 1.700, Wabup Garut: Yang Berketerampilan Mandiri Hanya 300

GOSIPGARUT.ID -- Tenaga honorer dalam tubuh pemerintahan akan dihapus mulai tahun 2023. Kebijakan ini menuai pro dan kontra bagi honorer maupun...
Read More
Terbukti Makar dan Hina Lambang Negara, 2 Jenderal NII di Garut Divonis 4,5 Tahun Penjara

Terbukti Makar dan Hina Lambang Negara, 2 Jenderal NII di Garut Divonis 4,5 Tahun Penjara

GOSIPGARUT.ID -- Tenaga honorer dalam tubuh pemerintahan akan dihapus mulai tahun 2023. Kebijakan ini menuai pro dan kontra bagi honorer maupun...
Read More
Merasa Dianaktirikan dalam Rekrutmen PPPK, Nakes di Garut Berunjukrasa di Gedung DPRD

Merasa Dianaktirikan dalam Rekrutmen PPPK, Nakes di Garut Berunjukrasa di Gedung DPRD

GOSIPGARUT.ID -- Tenaga honorer dalam tubuh pemerintahan akan dihapus mulai tahun 2023. Kebijakan ini menuai pro dan kontra bagi honorer maupun...
Read More
Setelah Dua Tahun Vakum, Semua SD di Cisewu Selenggarakan “Samen” Secara Meriah

Setelah Dua Tahun Vakum, Semua SD di Cisewu Selenggarakan “Samen” Secara Meriah

GOSIPGARUT.ID -- Tenaga honorer dalam tubuh pemerintahan akan dihapus mulai tahun 2023. Kebijakan ini menuai pro dan kontra bagi honorer maupun...
Read More
Pecahkan Rekor Muri, Polda Jabar Tebar 7,6 Juta Benih Ikan Air Tawar di Situ Bagendit

Pecahkan Rekor Muri, Polda Jabar Tebar 7,6 Juta Benih Ikan Air Tawar di Situ Bagendit

GOSIPGARUT.ID -- Tenaga honorer dalam tubuh pemerintahan akan dihapus mulai tahun 2023. Kebijakan ini menuai pro dan kontra bagi honorer maupun...
Read More

Tenaga Honorer Akan Dihapus Mulai Tahun 2023, Ini Alasannya

ILUSTRASI -- Nasib tenaga honorer.

GOSIPGARUT.ID — Tenaga honorer dalam tubuh pemerintahan akan dihapus mulai tahun 2023. Kebijakan ini menuai pro dan kontra bagi honorer maupun masyarakat Indonesia secara umum.

Apa sebenarnya alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi)?

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengungkapkan alasan mulia Jokowi dalam hal ini. Seperti yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

“Sebetulnya, amanat PP ini justru akan memberikan kepastian status kepada pegawai,” kata Tjahjo dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (15/6/2022).

Ketika tenaga honorer menjadi PNS, sambung dia, mereka sudah memiliki standar penghasilan dan kompensasi sendiri. Begitupun saat mereka diangkat sebagai outsourcing di suatu perusahaan di mana sistem pengupahannya tunduk pada aturan.

Baca Juga:   PNS, TNI-Polri, dan Pensiunan Menanti Cairnya Gaji 13, Berikut Penjelasan Kemenkeu

“Kalau statusnya honorer, tidak jelas standar pengupahan yang mereka peroleh,” tandas Tjahjo.

Ia sendiri telah meminta jajaran di instansi terkait untuk melakukan penataan PNS sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Tjahjo meminta pejabat pembina kepegawaian melakukan pemetaan pegawai non-ASN di lingkungan instansi masing-masing.

“Dan bagi (pegawai non-ASN) yang memenuhi syarat dapat diikutsertakan atau diberikan kesempatan mengikuti seleksi calon PNS maupun PPPK,” ujarnya.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Alex Denni mengakui bahwa ada segelintir honorer yang mendapatkan gaji di bawah UMP.

“Betul (gaji honorer di bawah UMP). Itu juga sebenarnya kita kasihan, makanya kita bilang sebaiknya kita pilah mana yang bisa masuk kategori ASN, kualifikasi dan tidak sebaiknya diangkat perusahaan outsource,” katanya.

Baca Juga:   Tenaga Honorer Akan Diganti Pekerja Outsourcing, Inilah Besaran Gajinya

Dalam Undang-Undang (UU) 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara, memang hanya ada istilah PNS dan PPPK. Jika PNS dan PPPK mendapatkan kepastian, lain cerita honorer yang mendapatkan perlakuan berbeda dari sisi penghasilan.

Bahkan, Alex mengatakan, hingga saat ini tidak ada pos anggaran yang secara spesifik di pemerintah pusat maupun daerah untuk membayar tenaga honorer. Biasanya. pembayaran gaji honorer masuk dalam pos belanja barang.

“Karena tidak ada official, jadi enggak ada yang ngatur gajinya. Jadi kadang-kadang anggaran satu orang itu dibagi tiga daerah,” tegasnya.

Ada beberapa alasan Pemda masih ‘doyan’ merekrut tenaga honorer. “Motif latar belakangnya macem-macem. Ada sanak family, ada Pilkada, ada memang butuh organisasinya, karena itu kita mengimbau diselesaikan,” kata Alex.

Baca Juga:   "Ikan Penis" Gegerkan California dan Digemari Youtuber Mukbang Korea

Selain itu, terungkap bahwa para tenaga honorer kerap dijanjikan sejumlah tawaran menggiurkan. Mulai dari jaminan pekerjaan, hingga dibantu untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

“Motif bergabungnya beda-beda. Yang penting masuk dulu deh. Jangan mikirin gajinya dulu. Kadang janji seperti itu yang merusak tatanan pengelolaan ini,” tuturnya.

“Orang kaya di PHP. Masuk dulu, nanti kalau ada lowongan PNS kamu ikut tes. Nanti kamu saya kawal. Dulu mereka janji mengawal itu bisa, tapi sekarang enggak bisa karena computerize, terpusat, dan segala macam. Ini persoalan di lapangan yang ditemukan,” pungkas Alex. (Cnbc)

Comment