Berita

Garut Siapkan Hilirisasi Jagung, Rencana Pabrik Pakan Ternak Masih Tunggu Kajian PT Agrinas

×

Garut Siapkan Hilirisasi Jagung, Rencana Pabrik Pakan Ternak Masih Tunggu Kajian PT Agrinas

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Hasil panen jagung.

GOSIPGARUT.ID — Upaya Pemerintah Kabupaten Garut untuk meningkatkan nilai tambah komoditas jagung melalui pembangunan pabrik pakan ternak mulai memasuki tahap kajian. Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut menyebutkan rencana tersebut masih menunggu hasil survei dari PT Agrinas sebelum direalisasikan.

Kepala Dispertan Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengatakan pembangunan pabrik pakan ternak menjadi bagian dari langkah hilirisasi sektor pertanian yang tengah didorong pemerintah daerah. Saat ini, prosesnya masih berada pada tahap awal berupa kajian teknis dan survei lapangan.

“Masih menunggu tim survei dari Agrinas. Waktu kesepakatan saat pertemuan terakhir di kantor Agrinas ya seperti itu,” kata Ardhy, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Ardhy, Garut memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri pengolahan jagung karena merupakan salah satu sentra produksi terbesar di Jawa Barat. Data Dispertan menunjukkan produksi jagung Kabupaten Garut pada 2025 mencapai 458.978 ton dari luas panen sekitar 60.230 hektare.

Baca Juga:   Saat Libur Panjang, Garut Masih Kekurangan Pasokan Gas Subsidi

Angka tersebut meningkat dibandingkan produksi tahun 2024 yang tercatat sebanyak 432.252 ton. Bahkan, kontribusi Garut terhadap pasokan jagung di Jawa Barat mencapai sekitar 42 persen, menjadikannya daerah pemasok terbesar di tingkat provinsi.

Melimpahnya produksi jagung itu dinilai menjadi modal kuat untuk membangun industri hilir yang mampu memberikan nilai tambah bagi daerah. Selama ini, sebagian besar hasil panen jagung dari Garut dikirim ke luar daerah untuk diolah menjadi bahan pakan ternak, kemudian produk akhirnya kembali dipasarkan ke Garut.

Kondisi tersebut, menurut Ardhy, membuat rantai distribusi menjadi lebih panjang dan potensi keuntungan bagi daerah belum optimal.

Baca Juga:   Legislator Asal Garut Dede Kusdinar Kawal Aspirasi KPPPS dalam Audiensi Program 2027 di DPRD Jabar

“Bupati sekarang sedang mendorong hilirisasi jagung, membangun titik-titik pabrik pengolahan jagung terutama jagung untuk bahan pakan ternak,” ujarnya.

Ardhy menjelaskan, jika pabrik pengolahan dapat dibangun di Garut, maka proses produksi pakan ternak bisa dilakukan lebih dekat dengan sumber bahan baku. Selain menekan biaya distribusi, keberadaan industri tersebut juga berpotensi membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar sentra pertanian.

Dispertan bersama calon investor sebelumnya telah membahas kemungkinan pembangunan pabrik di dua kawasan utama penghasil jagung, yakni wilayah utara dan selatan Garut.

“Rencana kemarin itu wilayah utara dan selatan karena memang sentra jagung kita di selatan dan utara, harapannya bisa dua-duanya,” kata Ardhy.

Baca Juga:   Kriptopedia: Media Digital Baru yang Mengupas Dunia Kripto dan Blockchain untuk Indonesia

Bagi petani, kehadiran industri pengolahan di daerah sendiri diharapkan dapat memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan nilai jual hasil panen. Selama ini, petani umumnya hanya menjual jagung dalam bentuk bahan baku sehingga keuntungan terbesar masih dinikmati sektor pengolahan.

Di sisi lain, para pelaku usaha peternakan juga berpotensi memperoleh manfaat dari ketersediaan bahan pakan yang lebih dekat dan stabil. Pasokan yang terintegrasi antara sektor pertanian dan peternakan dinilai dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan daya saing usaha peternakan rakyat.

“Kami berharap itu bisa terwujud karena keberadaannya akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan,” ujar Ardhy. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *