oleh

Bukan Asli Putra Daerah, Tapi Calon Kades Atang Disukai Warga Cisewu

GOSIPGARUT.ID — Atang (63), yang seorang pengsiunan Tentara Nasional Indonesia (TNI), bukanlah asli putra daerah dari Desa/Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Kalaulah sekarang dia menetap jadi warga di desa itu, penyebabnya karena sejak tahun 1989 Atang ditugaskan menjadi anggota Koramil 1123 Cisewu yang akhirnya membuat dia dan keluarga makin betah untuk terus tinggal di Desa Cisewu.

Atang sendiri mengakhiri masa tugasnya sebagai prajurit pada tahun 2011 dengan pangkat terakhir Sersan Dua. Tak banyak kegiatan yang dilakukan pria kelahiran Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, itu setelah mengisi masa pensiun, selain bertani. Sementara kegiatan pertanian yang paling digandrungi oleh Atang adalah menanam kapolaga.

Di Cisewu, Atang beserta istri juga keempat anaknya tidak memiliki kerabat atau sanak saudara. Meski begitu, dia mengaku cukup betah tinggal di Cisewu karena banyak warga Cisewu cukup menyukai dan menyayangi keluarga itu sehingga akhirnya warga menjadi saudara dan kerabat bagi Atang sekeluarga.

“Berteman dan bergaul dengan keluarga Pak Atang itu terasa nyaman. Karakter orangnya, selain tidak sombong dan akrab, juga tidak membedakan status sosial seseorang. Keluarga Pak Atang memandang semua orang sama yang harus diperlakukan setara,” ujar Dedi, salah seorang warga Desa Cisewu, saat dimintai komentarnya tentang sifat yang dimiliki keluarga pria pembuat patung macan Cisewu yang pernah menghebohkan jagat maya pada tahun 2017.

Baca Juga:   Tampil Perdana Main Piano, Anak Legislator Pikat Pengunjung Garut Plaza

Diakui Dedi, dirinya paling berani berkeluh kesah (curhat) pada Atang ketimbang dengan kerabat sendiri. Padahal Atang, yang dikenalnya sekitar 10 tahun itu bukan siapa-siapa. Tetapi, karena karakter Atang yang terbuka dan penyayang, membuat Dedi jika curhat pada Atang serasa pada keluarga dekatnya.

“Selain curhat, saya pun berani meminta pada Pak Atang karena saya sudah menganggap seperti kepada kakak sendiri,” timpal Yiyi, juga warga Desa Cisewu, yang dimintai komentarnya soal karakter Atang, Senin (17/5/2021).

Baca Juga:   Pria Asal Garut Ini Berkata: Susahnya Jadi Menkop Berlatar Pegiat Antikorupsi

Ia mengaku sudah tidak menganggap lagi bahwa Atang dan keluarga sebagai warga yang datang dari daerah lain, tetapi sudah menggap bahwa Atang seperti putra asli Cisewu. “Terus terang saya sudah menyukai dan hormat pada beliau karena kontribusi Pak Atang untuk Cisewu pun tidak sedikit,” ujar Yiyi.

Benar apa yang dikatakan Dedi dan Yiyi bahwa banyak warga Cisewu yang menyukai Atang, parantau yang sudah menetap di Cisewu selama 32 tahun itu. Faktanya, Atang pernah menjadi kontestan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cisewu tahun 2015. Meski tidak menjadi pemenang, dalam Pilkades tersebut Atang termasuk calon yang cukup banyak dipilih oleh warga.

Baca Juga:   Guru Honorer di Cisewu Diapresiasi Global TV Karena Lakukan KBM di Tengah Pandemi Covid-19

Dari lima calon Kades yang ikut kontestasi Pilkades tahun 2015, Atang berada di urutan kedua. Selisih angka dengan calon yang menang hanya bertaut 16 angka. Tujuan ikut Pilkades, kata dia, ingin memberikan hal terbaik bagi warga Desa Cisewu dari kemampuannya yang bukan sekedar berkontribusi dalam urusan pertanian.

“Meski kalah, tetapi saya bangga karena ternyata banyak warga Desa Cisewu yang percaya dan menginginkan untuk dipimpin oleh saya. Bahkan kepercayaan warga tersebut masih besar sampai sekarang. Dengan alasan itulah yang menjadikan saya siap kembali mencalonkan diri pada Pilkades serentak Juni mendatang,” kata Atang. ***

Komentar

Berita Terkait