oleh

Kejaksaan Garut Tetapkan Empat Tersangka Korupsi Bansos Sapi Bunting

GOSIPGARUT.ID — Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial pengadaan sapi bunting dari Kementerian Pertanian.

Kepala Kejari Garut Sugeng Hariadi mengatakan, jumlah tersangka dalam kasus tersebut masih sangat mungkin bertambah karena proses penyelidikan masih terus dilakukan.

“Empat orang yang telah kita tetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi bansos sapi bunting. Tapi kami belum bisa mengungkap identitas mereka yang sudah ditetapkan,” ujar dia, Kamis (11/3/2021).

Baca Juga:   Kejari Periksa Ketua DPRD Garut Terkait Kasus Penyelewengan Dana Reses dan BOP

Keempat orang yang ditetapkan sebagai tersangka, diungkapkan Sugeng, terdiri dari PPK (pejabat pembuat komitmen) dan pengusaha. Akibat perbuatan mereka, negara mengalami kerugian Rp800 juta.

Seiring berjalanannya proses hukum, para tersangka setidaknya telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp200 juta. Walau begitu, dia memastikan, proses hukum akan dilakukan sebagai mana mestinya.

Kejarin Garut, Sugeng mengungkapkan, terus berupaya mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Garut.

“Tapi kita lakukan pelan-pelan dan tenang agar tidak ada intervensi dai pihak manapun. Dan kita tentunya akan membuka secara jelas saat perkaranya masuk persidangan untuk menghindari kegaduhan, dengan tetap melakukan tugas yang harus kita lakukan,” jelasnya.

Baca Juga:   JPU Tunggu Hasil Kasasi dari MA Terkait Kasus Bumper Gunung Guntur

Sebagai informasi, bantuan sosial sapi bunting diterima Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan di tahun 2015. Anggaran yang dikeluarkan sata itu, diketahui sebesar Rp2,43 miliar.

Dari informasi yang dihimpun, bantuan sosial sapi bunting itu diserahkan dinas terkait kepada dua kelompok tani di Kecamatan Cilawu dan Cisurupan. Bantuan dalam bentuk sapi indukan itu, setiap kelompok taninya seharunya mendapatkan 120 ekor.

Baca Juga:   Polisi Amankan Warga Garut yang Mengakui Sensen Sebagai Rasul

Berdasarkan penyelidikan pihak kejaksaan, diduga bantuan yang diterima dua kelompok tani itu nilainya tidak sesuai dengan yang tercantum dalam kontrak yang disetujui pemerintah. Saat itu, hasil penyelidikan pihak kejaksaan menunjukkan bahwa ada selisih harga yang diduga berpotensi merugikan negara. (Mrdk)

Komentar

Berita Terkait