Jawa Barat

Wagub Jabar Bagikan Mobil Aspirasi, Tujuh Desa di Garut Turut Kebagian

×

Wagub Jabar Bagikan Mobil Aspirasi, Tujuh Desa di Garut Turut Kebagian

Sebarkan artikel ini
Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara) untuk desa berstatus mandiri yang dibagikan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum membagikan, Sabtu (12/12/2020). (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum membagikan Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara) untuk desa berstatus mandiri yang berada di Kabupaten Garut, Tasikmalaya, dan Bandung Barat, Sabtu (12/12/2020).

Dalam acara yang digelar di Puncak Parabon, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, itu termasuk tujuh desa di Garut yang mendapatkan Maskara.

Ketujuh desa itu adalah Cinunuk (Kecamatan Wanaraja), Cikandang (Cikajang), Sukajaya (Samarang), Sindanggalih (Karangpawitan), Cangkuang (Leles), Sukarame (Caringin), dan Hanjuang (Bungbulang).

Uu berharap, Maskara dapat menjadi operasional desa untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu harus dilakukan guna mengakselerasi pembangunan desa.

“Semoga perhatian Pemprov Jabar kepada desa dapat memicu desa-desa lain untuk bergerak menaikkan statusnya menjadi desa mandiri, ujung-ujungnya masyarakat terus bersemangat membangun desa,” kata dia.

Baca Juga:   Legislator: Sengketa Lahan Sentra Cabai Antara Pemprov Jabar dengan Pemkab Garut Mesti Ada Jalan Keluar

Mobil multifungsi yang bisa dimanfaatkan sebagai panggung, angkutan barang, dan sarana hiburan tersebut, diharapkan dapat menjadi penunjang kegiatan dan mengangkat potensi desa.

Pemprov Jabar sendiri menggagas inovasi Desa Juara. Desa Juara memiliki tiga pilar, yakni digitalisasi layanan desa (Desa Digital), One Village One Company (OVOC), dan Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa).

Dari tiga pilar tersebut turun sederet program, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Jembatan Gantung Desa (Jantung Desa), Jalan Mulus Desa, Sapawarga, dan banyak program lainnya.

Program-program itu dirancang salah satunya untuk memangkas ketimpangan perekonomian di wilayah pedesaan dengan perkotaan.

Baca Juga:   Prevalensi Stunting Jabar Ditargetkan Turun Signifikan, dari 21,7 Jadi 14-15 Persen

“Pemprov Jabar sudah mencanangkan program- program yang berpihak kepada desa. Supaya seperti Kang Emil (Gubernur Jabar) selalu bilang, jadi masyarakat tetap tinggal di desa, tapi rezeki kota,” ujar Uu.

Ia meminta kepada perangkat desa untuk berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, dan menjaga kenyamanan, ketenangan, serta keamanan, di tengah masyarakat.

“Pemimpin harus punya cita- cita. Berpikir kemajuan desa sama dengan mewujudkan kemajuan NKRI,” tutur Uu.

Ia juga menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan. Di era digital, masyarakat harus pandai menyaring berita, dan jangan mudah terprovokasi. Apalagi masyarakat Jabar punya prinsip ‘silih asah, silih asih, silih asuh, silih wawangi.’

Baca Juga:   Seluruh Korban Ditemukan, Tim SAR Tutup Pencarian di Longsor Sumedang

“Tingkatkan ukhuwah Islamiah, wathoniah, dan insaniah,” ucap Uu.

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar, Ahab Sihabudin, mengapresiasi langkah Pemprov Jabar dalam membangun desa.

“Atas dorongan Bapak Gubernur, dan Wakil Gubernur Jawa Barat, banyak desa bisa meraih apa yang disebut desa mandiri. Artinya desa di Jabar mendapat tingkatan yang lebih baik,” kata Ahab.

Selain itu, Ahab mengajak Pemprov Jabar untuk aktif mempromosikan produk-produk desa. Menurut ia, produk-produk yang dihasilkan desa di Jabar mempunyai kualitas mumpuni. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *