oleh

Pemkab Garut dan Perbankan Dorong KUR Bisa Terserap Besar oleh Petani

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten Garut bersama perbankan berusaha mendorong kredit usaha rakyat (KUR) bisa terserap besar oleh petani sesuai target untuk membantu sektor pertanian lebih produktif.

“Kami dengan pihak perbankan secara jemput bola melakukan percepatan dengan mencari nasabah agar alokasi KUR tersebut bisa terserap,” kata Kepala Seksi Sarana Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Dudung Sumirat kepada wartawan, Selasa (15/9/2020).

Ia menuturkan, Pemkab Garut dengan perbankan yang memiliki program KUR berupaya KUR yang sudah dianggarkan oleh pemerintah dapat terserap secara maksimal oleh masyarakat petani.

Baca Juga:   Pemkab Garut Segera Melelang Jabatan untuk Enam Kepala Dinas

Dudung mengungkapkan, dana KUR untuk modal sektor pertanian ditargetkan bisa terserap sebesar Rp48 miliar, namun baru terealisasi Rp13 miliar, sehingga masih ada sisa yang bisa diserap untuk modal pertanian sebesar Rp35 miliar.

Ia menyampaikan, upaya yang sedang dilakukan pemerintah bersama perbankan saat ini yakni mengumpulkan para petani yang membutuhkan dana untuk biaya operasional bertani.

Baca Juga:   Garut Manfaatkan Lahan Tidur untuk Tingkatkan Produksi Pertanian

Program KUR itu, kata Dudung, dapat dialokasikan untuk petani padi dan palawija dengan besaran pinjaman awal sebesar Rp11 juta untuk petani padi dan Rp7 juta untuk petani tanaman palawija.

“Untuk tanaman palawija disesuaikan juga dengan luas lahan, dengan bunga sangat rendah yaitu 0,6 persen per bulan,” ujarnya.

Terkait cara mendapatkan pinjaman modal itu, kata Dudung, cukup mudah, petani sebagai pemohon pinjaman hanya menyiapkan KTP, mengisi administrasi untuk selanjutnya akan diproses oleh perbankan. (Ant)

Baca Juga:   Selama Ramadhan, Ribuan Botol Miras Berhasil Disita Satpol PP Garut

Komentar

Berita Terkait