GOSIPGARUT.ID — Dua jembatan dilaporkan rusak akibat diterjang arus sungai saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Garut Selatan, Jumat (20/1/2023). Meski demikian, rusaknya kedua jembatan itu tidak menyebabkan warga terisolasi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Satria Budi menyampaikan jembatan yang rusak itu yakni jembatan gantung menghubungkan antarkampung di Kecamatan Bungbulang, dan jembatan penghubung Cipanengan, Desa Linggarjati, Kecamatan Pamulihan.
“Aktivitas warga tetap berjalan seperti biasa akibat rusaknya jembatan itu. Mereka memanfaatkan jalan lain meskipun jaraknya lebih jauh,” kata dia, Sabtu (21/1/2023).
Satria menuturkan hujan deras yang merata mengguyur wilayah selatan Garut menyebabkan air sungai meluap dan menerjang jembatan sehingga menyebabkan kerusakan. “Kondisi jembatan sudah lama, jembatan itu sudah 12 tahun,” ujarnya.
Satria mengatakan kedua jembatan itu menjadi akses utama warga karena lebih dekat menghubungkan satu kampung dengan kampung lainnya, dibandingkan menggunakan akses jembatan lainnya.
Adanya akses jalan lain itu, kata dia, tidak membuat warga terisolasi, mereka masih bisa beraktivitas untuk kegiatan sehari-harinya dengan menggunakan jalan lain. “Masih ada alternatif lain karena di kampung itu banyak jalan,” ucap Satria.
Ia menyampaikan pemerintah daerah sudah melakukan pengecekan terhadap kondisi dua jembatan yang rusak diterjang luapan sungai itu. Dinas terkait akan melakukan upaya memperbaiki kondisi jembatan agar masyarakat bisa kembali memanfaatkannya dengan aman dan nyaman.
“Kita dicek dulu apakah bisa diperbaiki atau tidak, BPBD, PUPR sedang ke sana mengecek lokasi,” jelas Satria. (Ant)



.png)











