GOSIPGARUT.ID — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Garut, meminta Pemkab Garut untuk lebih peduli pada para lanjut usia (Lansia) yang tergolong miskin dan terlantar. Sebab, menurutnya, saat ini di Kabupaten Garut masih banyak Lansia yang nasibnya kurang beruntung, bahkan kehidupannya memprihatinkan.
“Saat kami mengunjungi para Lansia di beberapa daerah, banyak ditemukan mereka yang hidup seorang diri di tempat yang tidak layak huni. Di Leuwigoong ada Apih Didi (80) yang tinggal di kuburan memanfaatkan bangunan gubuk, akibat diterlantarkan anaknya sendiri. Ada juga janda tua, Ibu Sumiati (70) yang tinggal di bedeng terbuat dari triplek di atas selokan, di Kelurahan Pakuwon, Garut Kota,” kata Ketua DPC PDIP Garut, Yudha Puja Turnawan, Sabtu (30/5/2020).
Pada kesempatan pembagian Sembako oleh partainya di tengah mewabahnya Covid 19 ini, anggota DPRD Garut itu mengungkapkan temuan Lansia lainnya yang juga bernasib memprihatinkan. Di Kampung Caringin ada Mah Ape dan di Kampung Paledang, Kecamatan Karangpawitan, ada Ma Empud, serta Lansia lainnya di daerah lain.
“Khusus untuk Apih Didi di Kecamatan Leuwigoong, dan Ibu Sumiati di Kelurahan Pakuwon, kami akan membelikan tanah untuk membangun rumah semi permanen bagi kedua Lansia tersebut. Pembelian tanah untuk rumah Ibu Sumiati sudah diberikan DP kepada pemiliknya, sisanya Rp2 juta lagi akan saya lunasi setelah saya gajian awal Juni ini. Untuk pembangunan rumahnya sudah ada beberapa pejabat dan pihak lainnya yang peduli, nanti kita gotong royong,” papar Yudha.
“Pemkab Garut harus hadir memperhatikan nasib para Lansia, sebab biaya tak terduga (BTT) Kabupaten Garut totalnya mencapai Rp300 miliar. Yang sudah dipergunakan untuk penanganan mitigasi Covid 19 ini baru sekitar Rp60 miliar,” tambah dia. (Yuyus)



.png)















