oleh

Untuk Segera Disidangkan, Kejari Garut Lengkapi Berkas Kasus Korupsi SOR Ciateul

GOSIPGARUT.ID — Kasus korupsi Sarana Olah Raga (SOR) Ciateul yang menjerat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kuswendi dan Kabid Sarana Dispora Kabupaten Garut akan secepatnya disidangkan.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut tengah melengkapi berkas administrasi. Dalam waktu dekat, kasus tersebut akan disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Bandung.

“Dalam waktu dekat akan disidangkan. Sekarang lagi dalam tahap melengkapi berkas,” ujar Kasipidsus Kejari Garut, Deny Marincka Pratama, Selasa (28/7/2020).

Kuswendi dan bawahannya beserta dua rekanan yang jadi tersangka saat ini masih dititipkan di Rutan Garut. Keempat tersangka didapuk melakukan korupsi sebesar Rp1 miliar. Jika berkas administrasi belum selesai maka akan ada penahanan tambahan selama 20 hari.

Baca Juga:   Tiga Terdakwa Kasus Video Asusila di Garut Terancam Penjara 12 Tahun

“Tapi kami upayakan secepatnya agar bisa segera sidang. Makanya sekarang masih terus kami lengkapi berkasnya,” tambah Deny.

Pihaknya saat ini sedang mematangkan alat bukti dalam kasus tersebut. Termasuk menggodok penerapan pasal dalam kasus tindak pidana korupsi yang menjerat pejabat Pemkab Garut.

“Tidak ada kendala. Selama ini juga tidak ada hambatan yang mengganggu dalam proses hukum,” tandas Deny.

Baca Juga:   Terlibat Penipuan Hingga Rp436 Juta, Eks Legislator di Garut Ditangkap Polisi

Sebelumnya, Kuswendi bersama stafnya Yana Kuswandi, disangkakan melakukan korupsi lebih dari Rp1 miliar. Keduanya sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA), menilap uang pembangunan sarana olahraga (SOR) Ciateul.

Kepala Kejari Garut, Sugeng Hariadi didampingi Kasipidsus Kejari Garut, Deny Marincka Pratama, menuturkan, modus yang dilakukan kedua tersangka yakni mengurangi pembiayaan pembangunan SOR.

Akibatnya, pembangunan SOR Ciateul yang terletak di Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, tidak sesuai spesifikasi. Selain itu, proyek SOR Ciateul juga tidak diselesaikan pekerjaannya alias mangkrak dan akhirnya dialihkan ke Dinas PUPR Garut.

Baca Juga:   Kadispora Garut Divonis 1 Tahun Bui Tapi Masih Bebas, GGW Akui Heran

Selain Kuswendi dan Yana, terdapat dua tersangka lain yang berasal dari rekanan atau pihak ketiga yang mengerjakan proyek pembangunan SOR. “Jadi tersangka dua dari PNS dan dua lagi dari rekanan,” kata Sugeng. (Trbn)

Komentar

Berita Terkait