GOSIPGARUT.ID — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut mengaku bangga terhadap semangat juang pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Lotus yang mampu eksis menyelenggarakan kursus dan pelatihan komputer di daerah pelosok Garut Selatan dalam keterbatasan biaya.
Melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas), Solih, S.Ag., M.M, rasa bangga tersebut diutarakan manakala eksistensi LPK Lotus yang boleh dibilang sukses itu ternyata dimodali oleh uang pribadi pengelola, yakni Randi Hayatul Husna.
“Saya cukup bangga, dalam keterbatasan dana, LPK Lotus ternyata mampu terus eksis mengembangkan lembaga kursus dan pelatihan komputer sehingga bisa diterima oleh masyarakat luas terutama di pelosok Garut Selatan,” kata Solih, saat membuka program pendidikan kewirausahaan yang diselenggarakan LPK Lotus bekerjasama dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sabtu (6/7/2019).
Ia menjelaskan, LKP Lotus menjadi satu-satunya lembaga yang memperoleh akreditasi “B” di Garut bagian selatan. Penilaian untuk menjadi “B” pada lembaga kursus dan pelatihan, menurut Solih, sangatlah berat karena berbeda dengan sekolah dan fasilitas kesehatan yang segala fasilitas, sarana, SDM, dan modal dibiayai oleh negara.
“Sedangkan ini, untuk LKP Lotus modalnya dari saku pribadi ketua. Sekali lagi saya tegaskan, saya sangat bangga dengan LKP Lotus. Dengan semangat dan jiwa muda ketuanya bisa mengembangkan lembaga kursus dan pelatihan komputer di Garut Selatan dengan berhasil baik,” ujar Solih.

Peserta program pendidikan kewirausahaan yang diselenggarakan LPK Lotus bekerjasama dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta. (Foto: Fridealis Journal)
Sementara Ketua LPK Lotus, Randi Hayatul Husna, mengatakan program pendidikan kewirausahaan yang tengah dijalankannya itu berlokasi di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, dengan bidang kejuruan teknisi komputer (laptop dan HP). Program ini diperuntukkan bagi warga yang sudah lulus dari sekolah, masih menganggur, dan diprioritaskan dari keluarga kurang mampu.
“Alhamdulilah peserta yang mendaftar sebanyak 50 orang. Namun, karena kuota kami adalah 30 orang, sehingga yang 20 sisanya untuk program di kemudian hari,” jelas Randi.
Menurut dia, antusiasme masyarakat terhadap program yang dijalankan LKP Lotus sangat tinggi karena Cisewu merupakan kecamatan strategis yang diapit oleh tiga kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Talegong, Caringin (Kabupaten Garut), dan Kecamatan Cidaun (Kabupaten Cianjur).
“Setelah mengikuti program teknisi laptop dan HP, diharapkan peserta didik dapat mempraktekan ilmunya di tempat kelahirannya. Yakni, menjadi teknisi komputer dan laptop, teknisi jaringan UNBK, teknisi HP, serta tempat service yang handal. Sehingga warga masyarakat tidak usah ke kota untuk melalakukan service,” papar Randi. (Fj/Gun)



.png)











