oleh

Tahfidz Alqur’an dan Pencak Silat, Program Eskul Unggulan di SDIT Almanar

GOSIPGARUT.ID — Tahfidz Alqur’an dan bela diri pencak silat menjadi program ekstra kurikuler (eskul) unggulan di SDIT Almanar, Kampung Selaawi, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.

SDIT yang berdiri sejak tahun 2017 dan diasuh oleh 13 tenaga pengajar itu telah berhasil menggembleng siswa tahfidz Alqur’an hingga 3 juz.

Menurut Kepala SDIT Almanar,Gunawan, kolaborasi antara kemampuan tahfidz Alqur’an dan kemampuan beladiri menjadi hal penting menggembleng generasi muda.

“Tahfidz Alqur’an bisa menjadi barometer kemampuan anak. Jika anak mau menghapal Alqur’an berarti untuk pelajaran yang lain juga mampu,” kata dia, Minggu (22/11/2020), didampingi Ketua Komite SDIT Almanar H.E Ridwan dan guru pencak silat Asep Dayat.

Baca Juga:   SMKN 1 Balongan Studi ke Garut untuk Pelajari Manajemen Sekolah

Gunawan melanjutkan, untuk bela diri bertujuan agar anak tangguh dan mampu menjaga dirinya sekaligus sebagai seni dan olahraga yang perlu dilestarikan sesuai visi misi untuk menciptakan generasi Rabbani yang beriman, berilmu, dan berakhlak.

Dijelaskan guru pencak silat Gajah Putih Mega Paksi Pusaka, Asep Dayat, animo siswa belajar beladiri cukup tinggi. Hanya sayang sarana dan prasana belum memadai sehingga setiap latihan selalu meminjam peralatan kendang dan gong.

Selain tahfidz Alqur’an dan bela diri pencak silat, terobosan lain pun diciptakan dengan membangun “Saung Calakan”. Gunanya untuk perpustakaan, saung internet, tempat pertemuan, tempat diskusi dan tempat pelatihan bagi ibu-ibu orangtua murid di bidang ketrampilan.

Baca Juga:   Rayakan Anniversary Ke-1 Komunitas Doggar Gelar Baksos

Bangunan terbuka yang terbuat dari anyaman bambu itu hasil gotong royong warga dan orangtua murid. Di “Saung Calakan” semua jenis kegiatan bisa dilaksanakan untuk meningkatkan ketrampilan, tidak hanya siswa namun juga warga sekitar bisa memanfaatkannya.
“Saung ini nanti bisa multi fungsi sebagai perpustakaan, tempat latihan juga saung internet bagi siswa,” jelas Asep.

Sementara dijelaskan, H.E Ridwan, partisipasi masyarakat sangat tinggi karena sekolah tersebut impian seluruh warga yang merindukan adanya tempat belajar yang memadai dan bisa dijangkau oleh masyarakat.

Baca Juga:   Pandemi Covid-19, PPDB Jabar Tahun 2020/2021 Digelar Daring

“Impian ingin sekolah sudah sangat lama, dan sekarang terwujud. Sehingga kami sebagai komite sekolah merasa ibarat mimpi yang terwujud, maka segala kemampuan kami didonasikan untuk kepentingan pendidikan di sini,” ujar dia.

Sejak berdiri tahun 2017, SDIT Almanar memiliki 4 rombongan belajar terdiri dari 98 siswa dan 13 tenaga pengajar (3 guru tahfidz, 1 guru Bahasa Arab, 1 guru bela diri, 1 guru olahraga, 2 guru pendamping, dan 4 guru kelas). (Respati)

Komentar

Berita Terkait