GOSIPGARUT.ID — Puluhan hektare lahan persawahan di Garut Selatan, dilaporkan mulai mengalami kekeringan menyusul tidak turunnya hujan. Akibatnya petani menderita kerugian karena tanaman padinya mengalami gagal panen.
Salah seorang petani, Heri Rustian, menyebut kerugian yang dideritanya mencapai puluhan juta rupiah. Ia, yang memiliki lahan pesawahan di Kecamatan Pameungpeuk dan Cibalong, mengakui bahwa lahan pesawahannya itu dilanda kekeringan karena sejak padinya ditanam langsung tidak tersuplai air.
“Gara-garanya hujan tidak turun lagi selama dua bulan terakhir, lahan sawah pun langsung mengering. Di sini pun tidak ada sumber air, sehingga ketika musim kemarau datang, cukup kerepotan,” ujar Heri, Minggu (16/6/2019).

Ia menerangkan, usia padinya yang dilanda kekeringan kini menginjak bulan kedua. Ia terpaksa membiarkan padi-padinya itu mengering dan belum punya rencana untuk mengganti dengan tanaman lain.
“Belum terpikirkan harus menanam apa setelah tanaman padi mati. Karena kalau masih tidak ada air, menanam apapun ditakutkan rugi lagi. Makanya diharapkan ada irigasi yang bisa mensuplai air ke areal pesawan di sini,” ujar Dadang, petani lainnya di Kecamatan Pameungpeuk. (Yus/Fj)



.png)


























