GOSIPGARUT.ID — Forum Business Matching Wirahebat 2026 yang berlangsung di Ballroom Hotel Santika, Tarogong Kaler, Garut, Kamis, 24 September 2026, berhasil mengamankan komitmen investasi senilai Rp20,76 miliar. Namun di balik suntikan modal swasta tersebut, Pemkab Garut menyentil persoalan mendasar perekonomian daerah: masih kuatnya mentalitas ketergantungan terhadap bantuan anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menegaskan bahwa ketergantungan pada hibah dan bantuan fiskal hanya akan melanggengkan kerentanan ekonomi. Menurut dia, daerah baru bisa berdikari jika birokrasi dan masyarakatnya mengadopsi cara berpikir wirausaha (entrepreneurship) yang adaptif dan fokus pada penciptaan nilai tambah.
”Pemerintah atau sebuah daerah bisa bertahan hidup dan berkelanjutan itu dengan mental entrepreneurship,” kata Putri saat memberikan sambutan.
Putri menilai akar masalah di Garut bukan lantaran minimnya modal atau kelangkaan sumber daya, melainkan belum terbukanya potensi ekonomi lokal secara menyeluruh. Karakteristik wilayah Garut—mulai dari kawasan utara, tengah, hingga selatan—memiliki kekuatan komoditas dan lanskap bisnis yang beragam, tetapi selama ini belum digarap secara strategis.
”Potensi yang di dalam diri Kabupaten Garut itu belum ter-unlock. Masyarakat kita di Kabupaten Garut dari Garut Utara, Tengah, Selatan, punya potensi yang beda-beda,” ujar Putri.
Oleh sebab itu, perhelatan Wirahebat 2026 dirancang tidak hanya untuk mengejar komitmen finansial, melainkan juga memicu pertukaran gagasan serta transfer pengetahuan. Pemkab Garut mendorong para investor dan pemangku kepentingan untuk menyumbang solusi atas berbagai persoalan sosial yang belum terselesaikan lewat pendekatan bisnis formal.
Ia mengapresiasi keikutsertaan para investor yang mau membimbing pelaku usaha lokal melalui forum diskusi dan lokakarya interaktif selama acara berlangsung. Bimbingan dari para praktisi tersebut dinilai penting untuk menaikkan kelas UMKM lokal agar mampu bersaing secara mandiri.
”Event investment summit kecil-kecilan ini saya rasa cukup berhasil. Saya terkesima dengan investor-investor yang sudah berbaik hati terutama memberi masukan, karena pasti kami sangat membutuhkan masukan-masukan itu ke teman-teman pengusaha,” ungkapnya.
Acara ditutup dengan pengumuman total komitmen investasi yang berhasil dihimpun sebesar Rp20.760.350.000. Menyikapi hasil tersebut, Pemkab Garut berencana menggelar ajang serupa bertajuk Sawala Usaha Garut pada tahun mendatang guna terus mengikis budaya ketergantungan bantuan dan memperluas jaringan investasi swasta di daerah. ***



.png)











