GOSIPGARUT.ID — Insiden janggal menimpa Yuyus YS, wartawan media online GOSIPGARUT.ID, di area parkir Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Garut, Jalan Suherman, Sabtu, 12 September 2026. Sepeda motor miliknya menjadi sasaran perusakan misterius sekitar pukul 11.00 WIB.
Peristiwa ini mendadak membongkar bobroknya sistem keamanan dan kesimpangsiuran fasilitas kamera pengawas (CCTV) di kantor pelayanan publik tersebut.
Kejadian berawal saat Yuyus rampung mengurus kepentingannya di dalam gedung Samsat. Begitu melangkah ke area parkir di samping jalur Samsat Drive Thru, ia terperanjat mendapati sebuah garpu makan besi tertancap dalam hingga menembus jok sepeda motornya.
Bukannya mendapat respons cepat, upaya Yuyus meminta penjelasan justru membentur kesiapan petugas keamanan setempat yang terkesan abai.
Petugas yang berjaga di pintu masuk mengaku melihat garpu itu tertancap, namun memilih membiarkannya. Ia berasumsi alat makan tersebut sengaja dipasang oleh pemilik kendaraan.
Sikap memaklumi itu berbanding terbalik dengan reaksi petugas keamanan di pintu keluar yang justru keheranan. “Kalau ini rumah makan mungkin wajar ada garpu di atas sepeda motor. Tapi ini kan bukan rumah makan, ini kantor Samsat,” ujarnya.
Kejanggalan kian meruncing saat Yuyus mempertanyakan akses rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku. Informasi internal menyebutkan pusat kontrol CCTV berada di ruang Tata Usaha lantai dua dan menjangkau area parkir. Namun, petugas di bagian depan justru menyanggah dan menyatakan seluruh kamera pengawas di lokasi itu sudah lama mati total.
Discrepancy keterangan antarpetugas ini memicu tanda tanya besar. Sebagai fasilitas pelayanan publik yang saban hari dikunjungi ribuan warga, ketiadaan sistem pengawasan yang berfungsi optimal dinilai sebagai celah fatal keselamatan.
Hingga berita ini diturunkan, pelaku maupun motif di balik penusukan jok sepeda motor tersebut masih gelap tanpa saksi mata. Yuyus mendesak pihak pengelola Samsat Garut bertanggung jawab penuh, segera mengaudit keandalan CCTV, dan membongkar rekaman yang ada agar insiden ini tidak memicu spekulasi liar di masyarakat. (Fridealis J)



.png)









