GOSIPGARUT.ID — Rekaman video kepanikan massal di Taman Satwa Cikembulan, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, mendadak viral di media sosial. Puluhan orang kocar-kacir menyelamatkan diri setelah seekor monyet diduga jebol dari kandangnya dan meneror area pengunjung.
Kepanikan pecah di tengah kerumunan anak-anak taman kanak-kanak (TK) yang sedang mengikuti kegiatan manasik haji. Situasi makin gempar seiring beredarnya kabar bahwa primata tersebut sempat menggigit seorang warga negara asing (WNA).
Informasi yang berseliweran di media sosial menyebutkan korban gigitan telah dilarikan ke fasilitas kesehatan dan menerima suntikan antirabies. Namun, hingga saat ini, identitas korban, kronologi mendetail, serta kepastian medis terkait penanganan antirabies tersebut belum terkonfirmasi secara resmi.
”Video itu merekam momen ketika rombongan anak TK dan pendamping berlarian ke berbagai arah. Belum ada kepastian mengenai identitas WNA yang dikabarkan menjadi korban,” ujar salah satu keterangan yang mengiringi unggahan viral tersebut.
Insiden ini mendongkrak kekhawatiran publik atas sistem keamanan dan pengawasan satwa di Taman Satwa Cikembulan. Sebagai destinasi unggulan rekreasi keluarga dan edukasi anak di Kabupaten Garut, standar keselamatan di lokasi tersebut kini dipertanyakan.
Sejumlah pihak mendesak pengelola segera melakukan evaluasi total. Pengetatan batas fisik kandang, kesiapan personel pengawas, hingga kejelasan standar operasional prosedur (SOP) saat situasi darurat satwa lepas menjadi sorotan utama.
Hingga berita ini ditulis, pengelola Taman Satwa Cikembulan belum memberikan klarifikasi resmi terkait tanggal pasti kejadian, penyebab satwa lepas, maupun langkah penanganan korban. Publik diimbau menunggu keterangan resmi otoritas setempat ketimbang berspekulasi atas klaim yang beredar di media sosial. (Yuyus)



.png)




















