GOSIPGARUT.ID — Ribuan warga Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berkumpul di Lapang Lemahluhur pada Kamis pagi, 15 Oktober 2026. Sejak pukul 07.00 WIB, massa yang terdiri dari warga umum, pelajar, hingga jajaran aparatur pemerintah menggelar sholat istisqo secara berjamaah untuk memohon turunnya hujan di tengah ancaman kekeringan yang melanda kawasan tersebut.
Pelaksanaan ibadah massal ini diinisiasi oleh Pemerintah Kecamatan Cisewu sebagai bentuk respons atas kondisi cuaca ekstrem yang mulai berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Kehadiran ribuan jamaah dari berbagai elemen memperlihatkan kuatnya desakan kebutuhan air bersih dan irigasi pertanian di wilayah Garut bagian selatan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kecamatan Cisewu sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan, Yudi Apandi, menyatakan bahwa partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini melampaui perkiraan awal. Kehadiran lintas elemen menunjukkan bahwasanya dampak musim kemarau telah dirasakan secara merata oleh segenap lapisan warga.
”Kegiatan ini dihadiri oleh ribuan orang. Mulai dari pelajar SMP, MTs, SMA, Madrasah Aliyah, SMK, aparat pemerintah, organisasi kemasyarakatan, para kepala desa beserta perangkatnya, hingga masyarakat umum,” kata Yudi di sela-sela kegiatan, Kamis, 15 Oktober 2026.
Ibadah yang berlangsung penuh khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cisewu, H. Oong Somara, yang bertindak sekaligus sebagai imam dan khatib. Dalam khotbahnya, Oong menekankan pentingnya introspeksi diri, peningkatan ketakwaan, serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi bencana alam dan fenomena kekeringan.
Camat Cisewu, Ade Poniman, hadir langsung di lokasi acara untuk memberikan sambutan dan tausiah kepada para jamaah. Dalam arahannya, Ade mengimbau warga agar tetap efisien dalam menggunakan pasokan air yang ada serta saling bergotong-royong membantu tetangga yang mengalami krisis air bersih.
Selain Camat dan Plt Sekmat, hadir pula Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Cisewu, H. Ahmad Sidiq, bersama jajaran tokoh agama setempat.
Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Garut belakangan ini telah memicu kekhawatiran terhadap penurunan produktivitas lahan pertanian dan keterbatasan akses air bersih warga harian. Melalui pelaksanaan sholat istisqo ini, Pemerintah Kecamatan Cisewu berharap selain sebagai ikhtiar spiritual, momen ini juga memperkuat solidaritas sosial warga dalam menghadapi dampak musim kemarau. ***



.png)



















