GOSIPGARUT.ID — Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Garut memboyong puluhan siswa sekolah dasar menyapu limbah di bibir Pantai Karangpapak, Desa Cikelet, Kabupaten Garut, Rabu, 14 Oktober 2026. Aksi ini digelar untuk menekan potensi krisis sampah plastik di kawasan pesisir sekaligus menanamkan kesadaran ekologis sejak dini.
Sebanyak 30 murid kelas VI SDN 01 Cikelet bersama para guru pendamping menyisir garis pantai. Mereka memungut beragam limbah—mulai dari plastik sekali pakai, potongan kayu, hingga sampah anorganik lain yang mengendap di pesisir. Dalam tempo beberapa jam, empat karung sampah berhasil dikumpulkan untuk dievakuasi ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Tak sekadar angkut sampah, personel kepolisian menyisipkan penyuluhan mikro di lapangan. Para siswa dibekali pemahaman soal ancaman mikroplastik terhadap biota laut dan bahaya kerusakan ekosistem pesisir selatan Garut. Murid-murid diajak memutus rantai pencemaran dengan mengubah kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Kasatpolairud Polres Garut, Inspektur Satu Aep Saprudin, menyatakan pembersihan kawasan pesisir tak lagi cukup mengandalkan regulasi atau patroli rutin petugas.
”Menjaga kebersihan pantai bukan hanya tanggung jawab petugas atau pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat,” kata Aep. “Keterlibatan anak sekolah diharapkan membentuk kebiasaan positif dan menanamkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini.”
Kawasan pesisir Cikelet merupakan salah satu titik rawan akumulasi limbah, baik akibat kiriman sampah laut maupun aktivitas wisatawan. Tanpa edukasi berkelanjutan, daya tarik wisata bahari dan kelangsungan ekosistem laut Garut terancam terdegradasi.
Aep menegaskan Satpolairud Polres Garut akan menjadikan aksi kolaboratif ini sebagai agenda berkala. Selain menjaga estetika pantai agar tetap ramah wisatawan, program ini menyasar penguatan sinergi antara kepolisian, lembaga pendidikan, dan masyarakat pesisir dalam merawat aset lingkungan daerah. ***























