GOSIPGARUT.ID — Warga Kampung Leuwidaun, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut mendadak gempar pada Sabtu pagi, 5 September 2026. Benda hijau berukuran besar yang diduga kuat hulu ledak mortir amunisi artileri 105 milimeter ditemukan tergeletak begitu saja di semak-semak kebun tepi Sungai Cimanuk.
Benda militer berbahaya itu pertama kali ditemukan sekelompok anak-anak yang sedang bermain di sekitar lokasi sekitar pukul 09.20 WIB. Sadar objek tersebut bukan mainan biasa, warga yang melihat langsung melapor ke polisi.
Petaka nyaris terjadi. Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal dan pemeriksaan saksi, mortir tersebut rupanya sempat disimpan di dalam sebuah rumah warga. Anak-anak yang menemukannya lantas memindahkan benda berat itu hingga akhirnya berpindah ke area kebun pinggir sungai.
Mendapat laporan ancaman bahan peledak, personel piket Polsek Tarogong Kidul mendatangi lokasi untuk mengamankan area. Polisi bergerak cepat menyisir TKP, memasang garis pengaman, dan mendata para saksi.
Untuk menjinakkan dan memastikan status keaktifan amunisi artileri tersebut, Polsek Tarogong Kidul berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Satreskrim, Pamapta Polres Garut, serta Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Batalyon D Pelopor Kompi 1 Brimob Polda Jabar.
Kapolsek Tarogong Kidul AKP Agus Kustanto menegaskan agar warga tidak menganggap remeh penemuan benda berdaya ledak tinggi tersebut. Ia meminta warga menjauh dari lokasi penemuan.
”Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati, menyentuh, maupun memindahkan benda yang diduga merupakan amunisi,” kata Agus. “Segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat dilakukan penanganan oleh personel yang memiliki kompetensi.”
Proses evakuasi dan penanganan teknis mortir kini diserahkan penuh kepada tim ahli Brimob. Polres Garut meminta masyarakat tetap tenang, menjaga kondusivitas, serta segera melapor jika menemukan barang mencurigakan serupa. (Yuyus)



.png)










