GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyebut sejumlah indikator ekonomi dan pembangunan Kabupaten Garut menunjukkan perbaikan. Pertumbuhan ekonomi pada 2025 mencapai 5,9 persen, naik dari 4,95 persen pada tahun sebelumnya. Kemiskinan dan pengangguran juga turun.
Syakur menyampaikan capaian itu dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Garut di Lapangan Oto Iskandar Di Nata, Kecamatan Garut Kota, Senin, 17 Agustus 2026. Ia menjadi inspektur upacara. Wakil Bupati Garut Putri Karlina, Sekretaris Daerah Nurdin Yana, jajaran Forkopimda, dan sejumlah tamu undangan hadir.
“Hal itu di antaranya dibuktikan dengan pertumbuhan perekonomian Kabupaten Garut pada tahun 2025 mampu mencapai 5,9 persen, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 4,95 persen,” kata Syakur dalam amanatnya.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan daerah di tengah tantangan pembangunan. Syakur mengatakan capaian itu bukan hasil kerja pemerintah daerah semata, melainkan kontribusi berbagai elemen masyarakat.
Selain pertumbuhan ekonomi, Syakur menyebut Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Garut meningkat. Angkanya naik dari 69,91 poin menjadi 70,57 poin. Peningkatan tersebut mencerminkan adanya perbaikan pada sejumlah indikator pembangunan manusia, termasuk pendidikan, kesehatan, dan daya beli.
Indikator kemiskinan juga bergerak turun. Persentase penduduk miskin berkurang dari 9,68 persen menjadi 9,39 persen.
Penurunan juga terjadi pada Tingkat Pengangguran Terbuka. Angkanya turun dari 6,96 persen menjadi 6,54 persen.
Sementara itu, Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB per kapita meningkat dari Rp29,01 juta menjadi Rp31,29 juta per tahun.
Syakur mengatakan angka-angka tersebut harus dibaca sebagai capaian bersama sekaligus tantangan untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja pembangunan. Ia meminta seluruh elemen daerah tidak berhenti pada capaian statistik.
“Berbagai capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus membangun Garut,” ujar dia.
Syakur juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai kekurangan dan persoalan yang masih terjadi. Pemerintah Kabupaten Garut, kata dia, terbuka terhadap kritik dan masukan untuk memperbaiki pelayanan publik serta pembangunan.
Menurut Syakur, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar pembangunan berjalan berkelanjutan.
“Namun demikian di sisi lain, saya mengharapkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Garut. Kita tidak akan mampu melaju untuk maju, jika seluruh elemen masyarakat tidak menguatkan tekad, serta terus mengembangkan semangat kebersamaan untuk memajukan Kabupaten Garut yang kita cintai ini,” kata Syakur.
Ia mengajak masyarakat mengesampingkan perbedaan dan memperkuat persatuan. Momentum HUT ke-81 RI, menurut Syakur, harus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah membutuhkan kerja bersama.
Capaian pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan dan pengangguran, serta peningkatan IPM menjadi modal bagi Garut untuk melanjutkan pembangunan. Namun, pemerintah daerah tetap menghadapi pekerjaan untuk memastikan perbaikan indikator tersebut dirasakan secara nyata oleh masyarakat. (Trabela Sikda Naura)



.png)





























