GOSIPGARUT.ID — SMPN 1 Karangpawitan, Kabupaten Garut, menyiapkan terobosan untuk mendongkrak minat baca siswa yang kerap tergerus arus digitalisasi. Sekolah menengah ini bakal menggelar Festival Literasi pada 28–29 Oktober 2026 mendatang sebagai langkah konkret membangun ekosistem pembelajar yang kritis dan kreatif.
Mengusung tema “Membaca hari ini, memimpin masa depan esok!” serta semangat “Literasi Kuat, Talenta Hebat, Masa Depan Gemilang”, perhelatan dua hari ini dirancang bukan sekadar seremoni seremonial, melainkan panggung partisipasi aktif seluruh warga sekolah.
Kepala SMPN 1 Karangpawitan, Budi Suhardiman, menegaskan bahwa gerakan ini menjadi krusial untuk mencetak generasi yang tak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu mengekspresikan gagasannya secara terbuka.
“Satukan langkah, wujudkan budaya literasi, raih masa depan gemilang,” ujar Budi. “Jadilah generasi literat, cerdas, kreatif, dan inspiratif.”
Sejumlah mata acara krusial telah disiapkan. Salah satu agenda utama adalah penganugerahan Raja dan Ratu Baca—penghargaan apresiasi tertinggi bagi murid dan guru yang paling konsisten dalam memanfaatkan pustaka.
Tak berhenti pada apresiasi membaca, sekolah ini mendorong iklim melahirkan karya lewat peluncuran majalah sekolah serta penerbitan buku karya bersama yang ditulis oleh murid, guru, hingga kepala sekolah.
Sisi edukasi dan ekspresi seni turut dipadukan secara padat. Agenda diisi dengan program Sastrawan Masuk Sekolah, bedah buku, orasi literasi, pameran karya, hingga pertunjukan kreasi tari yang gerakan koreografinya terinspirasi dari aktivitas membaca. Unsur keberagaman juga dihadirkan melalui karnaval busana adat Nusantara.
Menjawab persoalan keterbatasan bahan bacaan berkualitas, festival ini menggaungkan Gerakan Wakaf Buku. Aksi pengumpulan buku layak baca ini ditujukan untuk memperkaya koleksi perpustakaan sekaligus menjamin keberlanjutan tradisi membaca di sekolah pasca-festival berakhir.
Melalui pendekatan yang inklusif dan kreatif ini, SMPN 1 Karangpawitan optimistis mampu menjadikan budaya membaca dan menulis sebagai fondasi utama karakter siswa dalam menghadapi tantangan masa depan. (Yuyus)



.png)










