GOSIPGARUT.ID — Pembinaan atlet bela diri usia dini di Kabupaten Garut mulai membuahkan hasil. Pesilat cilik Putri Ainun Mahya menyabet gelar Juara I dalam Kejuaraan Pencak Silat Garut Open Silat Series (G.O.S.S) 2026 yang berlangsung di Garut, 2–4 Oktober 2026.
Mewakili kontingen Laskar Panglipur, Putri tampil mendominasi di kategori Jurus Tunggal Tangan Kosong Usia Dini Pemula Putri. Siswi kelas 6 SDN Citangtu 1 ini menyisihkan puluhan peserta lain melalui penguasaan teknik matang dan ketepatan jurus.
Ajang tahunan ini diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Garut bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut. Kompetisi tersebut dirancang sebagai wadah evaluasi sekaligus penyaringan bibit unggul pesilat muda Jawa Barat untuk melangkah ke level nasional.
Atas raihan tersebut, panitia menganugerahkan sertifikat penghargaan bernomor 001-Sert/COSS/CSPS/KG/X/2026 sebagai bentuk apresiasi resmi atas performa dan dominasi teknis sang atlet di arena pertandingan.
Putri lahir di Garut pada 28 November 2014 dan merupakan anak kedua dari pasangan Asep Edi Kurniawan dan Nova Novianti. Kemenangan ini menegaskan konsistensi jajaran pelatih Laskar Panglipur dalam mengasah bakat-bakat muda sejak taraf sekolah dasar.
Pelatih dan keluarga berharap capaian ini menjadi pijakan awal bagi Putri untuk menembus kejuaraan daerah hingga nasional. Rekam jejak pembinaan berjenjang seperti G.O.S.S dinilai vital guna menjaga regenerasi atlet pencak silat di daerah. (Yuyus)



.png)







