GOSIPGARUT.ID — Sanksi berat membayang-bayangi dunia sepak bola Kabupaten Garut. Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Barat resmi mengganjar Panitia Pelaksana Piala Soeratin U-13 dan U-15 Zona Priangan Timur serta Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Garut dengan denda Rp20 juta.
Langkah tegas ini diambil setelah turnamen resmi tersebut terbukti digelar tanpa mengantongi izin kepolisian sejak laga pembuka.
Berdasarkan Surat Putusan Komdis PSSI Jawa Barat Nomor: 015/PDS/X/2026 yang ditetapkan pada 3 Oktober 2026, kompetisi sejatinya telah bergulir sejak 18 Agustus 2026. Namun, dokumen izin dari Polsek Tarogong Kidul dan Desa Jayaraga baru terbit pada 24 Agustus. Rekomendasi dari Polres Garut bahkan baru menyusul sehari setelahnya.
”Dengan demikian, pertandingan Piala Soeratin U-13 dan U-15 Zona Priangan sejak 18 hingga 23 Agustus 2026 terbukti dilaksanakan tanpa adanya izin dari pihak kepolisian,” tulis Komdis PSSI Jawa Barat dalam surat putusannya.
Penyelenggara dinyatakan melanggar Regulasi Piala Soeratin Jawa Barat 2026 dan Kode Disiplin PSSI 2025 terkait tanggung jawab menjaga ketertiban, keamanan, serta kelengkapan administrasi.
Pelanggaran kian memuncak lantaran pihak Panpel dan Askab PSSI Garut dinilai mangkir serta mengabaikan panggilan konfirmasi sanksi awal pada 24 September lalu.
Selain denda Rp20 juta yang wajib dilunasi dalam 10 hari, ancaman sanksi tambahan membentang. Jika denda diabaikan, seluruh stadion di Kabupaten Garut akan ditutup dan Askab PSSI Garut dilarang menggelar kompetisi internal selama 12 bulan.
Ketua Panitia Pelaksana, Firman Fauzi Syamsudin, turut dijatuhi hukuman personal berupa larangan beraktivitas di sepak bola selama 24 bulan.
Meski Komdis menegaskan putusan ini bersifat final dan memuat ancaman pembekuan kompetisi, Askab PSSI Garut bergeming. Ketua Askab PSSI Kabupaten Garut, Amar Komarudin, menyatakan bakal tetap berupaya melawan putusan tersebut melalui jalur diplomatik.
“InsyaAllah nanti PSSI Kabupaten Garut akan menghadap ke PSSI Jabar dan menyampaikan surat banding, supaya ada gelar perkara lagi di Komdis PSSI Jabar,” ujar Amar, Rabu, 7 Oktober 2026.
Ancaman penutupan stadion dan pembekuan kompetisi ini memicu kekhawatiran mantan pengurus PSSI Garut. Mangkirnya kegiatan internal dinilai bakal mematikan iklim pembinaan klub-klub lokal serta masa depan pemain muda di Garut jika sanksi denda tak segera diselesaikan. (Yan AS/Yuyus)



.png)










