Berita

Cibiuk Lawan Dampak Gawai, Ketika Senyum dan Pelukan Jadi Benteng Pengasuhan Anak

×

Cibiuk Lawan Dampak Gawai, Ketika Senyum dan Pelukan Jadi Benteng Pengasuhan Anak

Sebarkan artikel ini
Edukasi pengasuhan bertajuk "Parenting Mewujudkan Anak Aman Berkarakter" di Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut.

GOSIPGARUT.ID — Dampak gawai dan disrupsi digital yang mulai menggerogoti kesehatan mental serta empati anak-anak di daerah memicu perlawanan dari pinggiran Garut. Menjawab kekhawatiran atas maraknya perundungan, kecanduan layar, hingga risiko kekerasan seksual, KePPaK Perempuan bersama UPT Pendidikan Kecamatan Cibiuk menggelar agenda edukasi pengasuhan bertajuk “Parenting Mewujudkan Anak Aman Berkarakter”.

​Diikuti sekitar 200 peserta perwakilan dari 22 sekolah dasar se-Kecamatan Cibiuk, forum ini menelanjangi akar persoalan yang sering luput: krisis fungsi keluarga di era digital. Pola asuh yang keliru dan salah kaprah dinilai menjadi celah utama yang merusak emosi serta psikis anak-anak usia dini.

​Sesi tanya jawab berlangsung riuh dan emosional ketika para orang tua mencurahkan beban keseharian mereka. Berbagai kegelisahan mengemuka, mulai dari kebingungan merespons anak yang terlampau kritis, perilaku orang tua yang terjebak sikap overprotective demi mengejar kesempurnaan, hingga keputusasaan menghadapi anak yang lamban dan kehilangan kepedulian sosial.

Baca Juga:   75 Siswa GIS Prima Insani Diwisuda, Pemkab Garut Apresiasi Metode Cahayaku Permudah Hafalan Alquran

​Praktisi anak dan remaja, Dede Sundara, membongkar kekeliruan umum dalam pengasuhan modern. Menurut dia, solusi dari rumitnya ancaman digital justru kembali pada pendekatan afeksi mendasar yang sering terabaikan.

​”Kunci pendidikan aman berkarakter sebenarnya sederhana: berikan anak senyuman, pelukan, dan pujian. Dari sana, tancapkan nilai Tauhid, latih kemandirian sejak dini, dan bekali anak keberanian menjaga tubuhnya sendiri,” kata Dede di hadapan peserta yang larut dalam suasana emosional.

Baca Juga:   Jumlah Korban Akibat Demo Mahasiswa di Bandung Catat 95 Orang

​Dukungan terhadap penguatan kapasitas orang tua ini ditegaskan oleh Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Awat Setiawati. Ia menilai literasi pengasuhan sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi orang tua murid sekolah dasar di tengah gempuran teknologi.

​”Mendidik anak saat ini menghadapi tantangan luar biasa akibat dampak gawai. Parenting ini penting agar orang tua memiliki bekal ilmu yang pas dalam mencetak generasi hebat,” ujar Awat.

​Senada dengan itu, Camat Cibiuk, Iis Rachmawati, menggarisbawahi pentingnya pendekatan praktis yang menyasar langsung akar masalah di tingkat keluarga.

​”Pendidikan karakter adalah syarat mutlak lahirnya generasi yang kuat. Penyampaian materi yang sederhana tapi sangat menyentuh ini membuat saya bertahan hingga akhir. Ke depan, edukasi semacam ini harus bisa diakses oleh seluruh orang tua siswa,” tutur Iis.

Baca Juga:   Strategi Menggunakan Pinjaman Online Setelah PHK untuk Bertahan Hidup

​Inisiatif di Cibiuk ini menandai langkah awal mendorong sekolah-sekolah dasar di wilayah tersebut menjadi zona aman berbasis penguatan peran keluarga. Agenda ini turut dihadiri Koordinator Pengawas Pendidikan Cibiuk H. Yaya Sutisna, Ketua K2S Gunawan, serta jajaran pengurus PGRI setempat. (Ai Karnengsih)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel Iklan
Ade poniman
previous arrow
next arrow
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *