GOSIPGARUT.ID — Pengerjaan proyek pembangunan jembatan gantung yang katanya milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berpotensi molor dari target. Pasalnya, meski sudah mepet akhir tahun, pengerjaan di lapangan belum maksimal.
“Kalau untuk menyelesaikan sampai akhir tahun, sepertinya berat Pak. Soalnya sekarang sudah hampir pertengahan bulan Desember, di lapangan masih berkutat di pembuatan tembok penahan,” beber Adam Boris, salah seorang warga sekitar.
Selain itu, saat ini sudah datang musim hujan, sehingga berpegaruh pada pelaksanaan. “Ini sudah masuk musim hujan, kalau nanti arus sungai deras, pastinya juga menjadi kendala di lapangan,” imbuhnya.
Pantauan di lokasi Minggu (17/12/2023), sekitar belasan pekerja masih sibuk mengerjakan tiang pilon. Sayang, pada saat mendatangi lokasi, baik pengawas maupun pelaksana proyek belum bisa ditemui.
“Ini hari Minggu Pak, mereka tidak datang,” celetuk salah seorang yang mengaku bernama Asep dari PT. Seconds selaku konsultan pengawas yang mengawasi proyek.
Ia mengaku, sebagai konsultan proyek yang berseragam lengkap mengenakan pakaian bertuliskan PT. Seacon, tidak mengetahui perihal pelaksanaan di lapangan.
“Saya tidak tau Pak, mengenai kapan pelaksanaannya, kapan selesainya tentang proyek,” singkatnya.
Untuk diketahui, proyek jembatan gantung nantinya menghubungkan akses warga Kecamatan Cikondang, Kabupaten Ciamis, dan Sumenak Purbaratu, Kota Tasikmalaya.

Sebelumnya, konsultan pengawas dari PT. Seacond mengakui perihal pelaksanaan pekerjaan tidak akan selesai sesuai waktu.
“Di sini medan-nya cukup berat, kendalanya distribusi meterial ke sini cukup terkendala medan berat. Belum juga pekerjaan minor cukup menyita waktu,” beber Asep kepada GOSIPGARUT.ID di lokasi proyek Minggu (17/12/2023) sore.
Disinggung terkait batas akhir masa pengerjaan kontruksi, dirinya mengaku tidak tau. Begitu juga saat ditanya mengenai kewengan siapa pemiliki proyek tersebut, kontraktor pelaksana maupun besaran anggarannya. Asep yang sudah nampak berusia senja itu mengaku tidak mengetahui soal itu.
“Silahkan saja lihat di papan proyek,” kata Asep menyarankan.
“Yang saya ketahui, proyek jembatan gantung ini milik Kementerian PUPR,” tambahnya.
Untuk memastikan saran Asep, GOSIPGARUT.ID pun mencoba melihat papan proyek atas petunjuknya itu. Sayangnya, banner pada plang proyek yang begitu penting untuk mengetahui adminstrasi proyek sudah tidak terlihat lagi, lantaran robek. Sebagian besar yang dinilai penting hilang, sehingga ridak dapat dibaca secara normal.
Hanya saja sebagaimana diketahui, secara kewilayaan mulai dari Nagreg (Kabupaten Garut), Kabupaten/Kota Tasikmalaya-Ciamis itu masuk dalam wilayah kerja PPK 4.4 pada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Jabar.
Sangat disesalkan, meski berlurangkali dihubungi melalui handpone-nya untuk ditanyakan perihal proyek jembatan gantung itu, PPK 4.4 Marnala R. Chandra ST. MSc, belum juga mau merespon. (Tomril)



.png)











