GOSIPGARUT.ID — Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Garut menyebabkan Jembatan Gantung Cimanisan di Desa Toblong, Kecamatan Peundeuy, ambruk pada Jumat (7/11/2024) sore. Jembatan yang menghubungkan dua desa itu putus di tengah aliran Sungai Cikaengan, membuat akses warga di sekitar lokasi terputus sementara.
Peristiwa ini sempat menghebohkan warga sekitar. Getaran keras terdengar saat rangka jembatan besi amblas ke dasar sungai yang sedang meluap akibat derasnya arus air. Warga pun berhamburan keluar rumah untuk melihat kondisi jembatan yang menjadi jalur utama antara Desa Toblong dan Sukanagara itu.
Mendapat laporan warga, Kapolsek Singajaya Iptu Tatang Sukirman bersama jajarannya segera menuju lokasi kejadian. Polisi kemudian memasang garis polisi (police line) di kedua sisi jembatan guna mencegah warga mendekat ke area yang dinilai sangat berbahaya.
“Jembatan mengalami putus di sepanjang aliran Sungai Cikaengan akibat curah hujan tinggi. Kami sudah lakukan pengamanan dan imbauan agar warga tidak melintas,” ujar Iptu Tatang Sukirman di lokasi kejadian.
Ia menegaskan, meski jembatan tersebut merupakan jalur penghubung antardesa, warga tidak sampai terisolasi karena masih ada akses jalan alternatif yang bisa digunakan.
Akses Terputus, Warga Diminta Waspada
Petugas bersama aparatur desa setempat kini terus memantau situasi di sekitar lokasi. Aliran Sungai Cikaengan diketahui masih tinggi, sementara kondisi cuaca di kawasan tersebut belum stabil. Kapolsek Singajaya pun meminta warga untuk tidak mendekati area jembatan hingga ada penanganan resmi dari instansi terkait.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama di wilayah yang rawan longsor atau banjir akibat cuaca ekstrem,” tegas Tatang.
Wilayah Kecamatan Peundeuy dan Singajaya memang termasuk daerah rawan bencana di Kabupaten Garut bagian selatan. Kondisi geografis berupa perbukitan dan sungai besar membuat kawasan ini kerap terdampak banjir dan tanah longsor setiap kali curah hujan meningkat.
Ambruknya jembatan Cimanisan menjadi peringatan baru bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
Hingga Jumat malam, situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun aktivitas masyarakat sempat terganggu karena jalur utama penghubung dua desa harus ditutup sementara.
Pihak kepolisian dan pemerintah desa berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Garut untuk melakukan penilaian kerusakan dan rencana perbaikan darurat agar akses warga bisa segera dibuka kembali. ***



.png)























