GOSIPGARUT.ID — Alat pelindung diri (APD) seperti masker dan handsanitizer menjadi langka dan mahal harganya sejak merebaknya virus corona (Covid-19). Kondisi ini menginspirasi para guru serta siswa Farmasi di SMKN 1 Garut untuk membuat hand sanitizer sendiri.
Pihak sekolah menargetkan bisa produksi sebanyak 100 botol tiap harinya. Proses produksi akan dilakukan selama dibutuhkan. Hand sanitizer tersebut akan dibagikan kepada para siswa, guru dan, staf sekolah.
“Sementara ini tidak dijualbelikan, namun hand sanitizer ini kita produksi sendiri, karena kita ada sumber daya manusianya yang kompeten di bidang farmasi. Ada guru yang sudah memiliki kompetensi apoteker dibantu tenaga farmasi juga,” kata Kepala SMKN 1 Garut, Dadang Johar Arifin.
Menurutnya, kandungan hand sanitizer tersebut terdiri dari aquades, alkohol 96 persen, gliserol dan hidrogen peroksida. Dengan cara produksi sendiri, pihak sekolah bisa melakukan antisifasi penyebaran virus yang meresahkan dunia itu, tanpa harus pusing mencari dan tidak harus mengeluarkan uang banyak.
“Kita akan terus produksi untuk kebutuhan warga sekolah. Kalau ada tetangga sekolah yang memerlukan akan kita beri, tapi tidak untuk diperjualbelikan. Niat kami untuk kemanusiaan yang sifatnya emergensi seperti sekarang ini,” ujar Dadang. (Yuyus)



.png)











