GOSIPGARUT.ID — Nasib tragis dialami seorang lanjut usia bernama Nana (72), warga Kampung Sadangkidul, Desa Karangsari, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut. Setelah sempat dilaporkan hilang selama dua hari, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat tertabrak kereta api, Minggu (29/3/2026) pagi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.34 WIB di jalur rel kawasan jembatan Kampung Cicadas, Desa Tambaksari, Kecamatan Leuwigoong.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keluarga sebelumnya telah kehilangan jejak Nana sejak Jumat (27/3/2026) pagi. Korban diketahui kerap keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga karena memiliki riwayat pikun selama kurang lebih dua tahun terakhir.
Pencarian yang dilakukan keluarga berakhir duka setelah pihak kepolisian menerima laporan adanya kecelakaan kereta api di wilayah tersebut.
Kapolsek Leuwigoong, Iptu Encang Suryana, mengatakan pihaknya mendapat laporan dari petugas keamanan Stasiun Karangsari terkait adanya insiden di jalur rel. Menindaklanjuti laporan itu, polisi langsung menuju lokasi kejadian.
“Setibanya di lokasi, korban ditemukan berada di atas jembatan rel dalam kondisi sudah meninggal dunia,” terang Encang.
Petugas kemudian melakukan evakuasi dan membawa jenazah korban ke Puskesmas Karangsari untuk penanganan awal.
Dari hasil penelusuran, korban diduga tertabrak atau terserempet Kereta Api Argo Wilis yang melintas di jalur Karangsari–Cibatu saat kejadian berlangsung.
Pihak keluarga yang datang ke lokasi memastikan identitas korban sebagai Nana, yang sebelumnya dilaporkan hilang. Mereka juga menyampaikan bahwa kondisi korban yang pikun membuatnya kerap berjalan tanpa arah dan sulit diawasi.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban kemudian dibawa ke RSU dr. Slamet Garut untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Encang menambahkan, pihaknya telah melakukan serangkaian langkah penanganan mulai dari menerima laporan, mendatangi tempat kejadian perkara, melakukan evakuasi, hingga berkoordinasi dengan instansi terkait.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anggota dengan kondisi kesehatan tertentu, untuk meningkatkan pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. ***



.png)















