Kesehatan

Menanti Senyum Baru, 13 Pasien Bibir Sumbing Jalani Operasi Gratis di Garut

×

Menanti Senyum Baru, 13 Pasien Bibir Sumbing Jalani Operasi Gratis di Garut

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama RSU dr. Slamet Garut, dr. Inge Andriani Heriawan.

GOSIPGARUT.ID — Sejak lahir, sebagian dari mereka harus tumbuh dengan keterbatasan yang kerap mengundang tatapan berbeda. Namun, Sabtu (13/12/2025) menjadi hari penuh harapan bagi 13 pasien bibir sumbing yang akhirnya menjalani operasi gratis di RSU dr. Slamet Garut.

Peserta operasi datang dari latar belakang dan usia yang beragam, mulai dari bayi berusia 3 bulan hingga seorang pria dewasa berusia 37 tahun. Bagi sebagian peserta, operasi ini merupakan yang pertama, sementara lainnya menjalani tahap rekonstruksi lanjutan demi memperbaiki fungsi dan penampilan wajah.

Program operasi bibir sumbing gratis ini tidak hanya meringankan beban medis, tetapi juga menjadi titik balik bagi pasien dan keluarga mereka. Selain tindakan operasi, seluruh peserta mendapatkan perawatan inap hingga dinyatakan pulih oleh tim medis.

Baca Juga:   Saat Ini SD dan SMP di Garut Butuhkan Tiga Ribuan Guru ASN

Direktur Utama RSU dr. Slamet Garut, dr. Inge Andriani Heriawan, menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap pasien yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan lanjutan.

“Tahun ini ada 13 peserta, dari usia 3 bulan sampai dewasa. Ada yang baru pertama kali operasi dan ada juga yang rekonstruksi. Yang terpenting, semuanya kami pastikan layak secara medis,” ujar Inge.

Baca Juga:   Jumlah Calon Jemaah Haji Garut Naik Jadi 236 Orang, Kepala Kemenhaj Baru Langsung Tancap Gas

Tak hanya mendapatkan layanan medis gratis, para pasien juga difasilitasi kepesertaan BPJS Kesehatan dari Penerima Bantuan Iuran (PBI) melalui Dinas Sosial Kabupaten Garut. Hal ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan pengobatan pascaoperasi.

Berdasarkan data dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Kabupaten Garut menjadi daerah dengan jumlah kasus bibir sumbing terbanyak, sehingga kerap menjadi lokasi kegiatan sosial kesehatan serupa.

Baca Juga:   Jelang Nataru, Bupati Garut Soroti Overkapasitas Puskesmas Sindangratu

Inge menegaskan, bibir sumbing bukanlah akibat mitos yang berkembang di masyarakat, melainkan kondisi bawaan lahir yang dapat disebabkan oleh faktor genetik maupun kekurangan gizi. (Yuyus)

Gusrajab
previous arrow
next arrow

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *