Berita

Kemarau 2026 Diprediksi Panjang, Tiga Kecamatan di Garut Ini Jadi Zona Rawan Kekeringan

×

Kemarau 2026 Diprediksi Panjang, Tiga Kecamatan di Garut Ini Jadi Zona Rawan Kekeringan

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Lahan pesawahan saat dilanda kekeringan.

GOSIPGARUT.ID — Ancaman kekeringan mulai diantisipasi Pemerintah Kabupaten Garut menjelang musim kemarau 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi paling awal terdampak krisis air bersih, terutama di Kecamatan Cigedug, Malangbong, dan Selaawi.

Ketiga kecamatan tersebut dinilai sebagai daerah paling rentan karena hampir setiap tahun mengalami kekeringan lebih cepat dibandingkan wilayah lain di Garut. Sumber-sumber air yang biasa dimanfaatkan warga di kawasan tersebut kerap mengering saat kemarau mulai berlangsung.

“Secara siklus, tiga kecamatan itu yang paling awal dilanda kekeringan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saepuloh, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga:   Rekayasa Laporan Sebagai Korban Perampokan, Seorang Wanita dan Temannya Jadi Tersangka

Kondisi tersebut membuat ribuan warga di wilayah terdampak harus bergantung pada bantuan pasokan air bersih. Untuk mengantisipasi hal itu, BPBD Garut telah menyiapkan armada truk tangki guna mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah yang mengalami krisis.

“Itu biasanya menjadi prioritas awal untuk kita suplai air bersih,” ujar Aah.

BPBD juga mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih panjang. Hal ini meningkatkan risiko meluasnya wilayah terdampak kekeringan, tidak hanya di tiga kecamatan tersebut, tetapi juga ke daerah lain di Garut.

Baca Juga:   Zona Hijau, Bandung dan Garut Jadi Sampel Imperma Ombudsman

Saat ini, Pemkab Garut masih menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga akhir April 2026. Setelah itu, fokus penanganan akan beralih pada kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau.

BPBD Garut berencana memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memastikan distribusi air bersih berjalan optimal, terutama bagi masyarakat di wilayah yang paling terdampak.

“Kami akan konsolidasikan langkah-langkah penanganan setelah status siaga hidrometeorologi berakhir,” kata Aah.

Baca Juga:   Garut Kembali Usung RA Lasminingrat untuk Menjadi Pahlawan Nasional

Dengan pemetaan dini ini, Pemkab Garut berharap penanganan kekeringan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran, sehingga kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *