Politik

Asep Lukman Apresiasi Jeffrie Geovanie: Politisi Realistis di Tengah Krisis Ideologi Parpol

×

Asep Lukman Apresiasi Jeffrie Geovanie: Politisi Realistis di Tengah Krisis Ideologi Parpol

Sebarkan artikel ini
Wakil Sekretaris ICMI Jawa Barat, Asep Lukman.

GOSIPGARUT.ID — Wakil Sekretaris ICMI Jawa Barat, Asep Lukman, memberikan apresiasi terbuka kepada Ketua Majelis Pertimbangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jeffrie Geovanie, yang dinilainya sebagai figur politik yang realistis di tengah krisis kepercayaan publik terhadap partai politik (parpol) konvensional.

Dalam pernyataannya, Asep menyebut Jeffrie sebagai tokoh yang berani dan terbuka dalam membaca realitas politik Indonesia saat ini. Ia secara khusus menyoroti keberanian Jeffrie menyampaikan bahwa tanpa “darah Jokowi”, PSI akan terkubur.

Menurut Asep, pernyataan itu dilontarkan di saat yang tidak mudah, yakni ketika Presiden Jokowi dan keluarganya sedang disorot publik atas sejumlah isu kontroversial seperti dugaan korupsi hingga ijazah palsu.

“Sebagai masyarakat biasa, saya mengacungkan jempol atas semangat dan tekad Bang Jeffrie membesarkan PSI di tengah apatisme publik terhadap partai politik,” ujar Asep, Selasa (30/7/2025).

Baca Juga:   Nama Uu Ruzhanul Ulum Mencuat Jelang Muswil PPP Jabar, SK Plt Ketua DPW Beredar

Lebih jauh, Asep memandang pidato Jeffrie Geovanie sebagai sebuah pernyataan diplomatis yang menyembunyikan realitas bahwa ketokohan Jokowi bagi PSI lebih ditopang oleh kekuatan finansial ketimbang ideologis.

“Secara retoris disebut ketokohan, padahal yang sejatinya adalah kekuatan finansial. Tapi itu justru menunjukkan Jeffrie adalah sutradara politik yang realistis,” ucapnya.

Kritik terhadap politik utopis

Asep juga menyentil realitas politik Indonesia yang menurutnya sudah jauh dari idealisme. Ia menyebut menjual ideologi di tengah maraknya politik uang ibarat mimpi di siang bolong.

“Hari ini, hampir tidak ada partai yang bisa tumbuh hanya karena janji atau ideologi. Fakta maraknya money politic di Pilpres, Pileg, dan Pilkada menjadi bukti bahwa ideologi sulit lagi dijual,” katanya.

Baca Juga:   Usulan Diundurnya Jadwal Pemilu Dicurigai Atas Pesanan Oligarki

Asep menilai kehadiran PSI sejak awal tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Jokowi — baik secara politik maupun finansial.

“Dan saya yakin Jeffrie menyadari sepenuhnya bahwa eksistensi PSI sangat terkait erat dengan kekuatan finansial dari lingkaran Jokowi,” imbuhnya.

Membaca psikologi politik Jokowi

Di akhir pandangannya, Asep menilai Jeffrie juga piawai membaca psikologi politik Jokowi pasca-pensiun dari kursi presiden. Menurutnya, semua politisi pada dasarnya memiliki hasrat untuk tetap menancapkan pengaruh, dan parpol adalah alat utamanya.

“Maka wajar jika Jokowi membesarkan PSI sebagai alat kelanjutan pengaruhnya. Baik secara langsung maupun lewat orang-orang yang dibesarkannya selama satu dekade kekuasaan,” ujar Asep.

Baca Juga:   Video: Gibran Fenomenal (Opini Asep Lukman Abu Arkansya)

Namun, ia juga mencermati langkah hati-hati Jeffrie dan PSI dalam membawa narasi politik. Misalnya, mereka menyebut “darah Jokowi” di kepengurusan partai namun tidak langsung mendeklarasikan Gibran Rakabuming sebagai calon presiden PSI.

Asep menyimpulkan, langkah itu menunjukkan bahwa Jeffrie adalah pendukung Jokowi yang bukan fanatik buta, melainkan politisi moderat dan penuh perhitungan, mengingat posisi Prabowo Subianto saat ini sebagai presiden terpilih dan mitra strategis.

“Bang Jeffrie bukan penjilat, melainkan politisi realistis yang tahu batas antara loyalitas dan kehati-hatian politik,” tutup Asep. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *