Berita

Temui Buruh Saat May Day, Bupati Garut: Hak Pekerja Harus Terpenuhi, Dunia Usaha Tetap Sehat

×

Temui Buruh Saat May Day, Bupati Garut: Hak Pekerja Harus Terpenuhi, Dunia Usaha Tetap Sehat

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerima audiensi dari perwakilan Serikat Pekerja/Serikat Buruh dalam rangka Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jumat (1/5/2026).

GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara pemenuhan hak buruh dan keberlangsungan dunia usaha saat menerima audiensi serikat pekerja/serikat buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, itu menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan perwakilan buruh yang menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari isu pengupahan hingga perlindungan tenaga kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Syakur menekankan bahwa buruh memiliki peran strategis dalam menopang pembangunan daerah. Karena itu, menurut dia, harapan dan tuntutan buruh perlu direspons secara bertahap dan terukur.

Baca Juga:   SDN 4 Pataruman Kembali Juara LCC SD Garut 2026, Ungguli 42 Kecamatan dalam Ajang Literasi-Numerasi

“Selamat Hari Buruh Internasional, khususnya untuk buruh di Kabupaten Garut. Kami berharap ke depan aspirasi buruh bisa terealisasi secara bertahap, karena buruh adalah bagian penting dalam masyarakat Garut,” ujar Syakur.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Garut akan terus mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis melalui sinergi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Sebagai langkah konkret, Syakur mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk melakukan kunjungan langsung ke sejumlah perusahaan. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan hak-hak buruh tetap terpenuhi tanpa mengganggu stabilitas usaha.

“Perusahaan harus tetap berjalan dan memperoleh keuntungan, buruh juga harus mendapatkan haknya. Pemerintah berkepentingan menjaga kondusivitas dan penyerapan tenaga kerja. Ini hubungan yang saling membutuhkan,” katanya.

Baca Juga:   Bupati Garut Ancam Pecat ASN Ikut Aksi ke KPU di Jakarta

Terkait tuntutan soal pengupahan, Syakur mengakui perlunya evaluasi terhadap formula yang berlaku saat ini. Pemerintah daerah, kata dia, akan mencari formulasi terbaik agar kebijakan upah lebih berpihak pada kesejahteraan pekerja tanpa membebani pelaku usaha.

Di sisi lain, Syakur juga mengapresiasi kualitas tenaga kerja di Garut yang dinilai memiliki produktivitas dan daya saing tinggi. Hal ini, menurutnya, terlihat dari meningkatnya minat investor yang terus menanamkan modal di wilayah tersebut.

Baca Juga:   Kadin Garut juga Menyesalkan Pembangunan Jaling di Cisewu yang Tak Tuntas

“Produktivitas tenaga kerja di Garut sudah memenuhi standar yang baik. Investor datang kembali, bahkan menambah investasi. Ini menunjukkan daya saing buruh kita cukup kuat,” ucapnya.

Syakur berharap komunikasi antara buruh dan pemerintah terus terjaga, terutama di tengah tantangan ekonomi yang dinamis. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan harus dirumuskan secara hati-hati agar tidak merugikan salah satu pihak.

“Semua keputusan harus diambil secara bijak supaya tidak menjadi beban bagi siapa pun,” ujar Syakur. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *