Berita

Putri Karlina Beri Suntikan Semangat untuk Pelaku UMKM Garut: “Modal Harus Jatuh ke Tangan yang Tepat”

×

Putri Karlina Beri Suntikan Semangat untuk Pelaku UMKM Garut: “Modal Harus Jatuh ke Tangan yang Tepat”

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, memberikan keterangan kepada media.

GOSIPGARUT.ID — Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, hadir langsung dalam kegiatan monitoring program Wirausaha Hebat (Wirahebat) yang digelar di Aula Bank BJB, Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Garut, Rabu (30/7/2025). Tak sekadar hadir, Teh Putri — sapaan akrabnya — juga tampil sebagai pembicara utama yang menyuntikkan semangat bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Mengusung tema “Menjadi Wirausaha Tangguh ala Teh Putri”, acara tersebut menjadi ruang inspirasi sekaligus wadah evaluasi bagi para peserta program Wirahebat yang merupakan bagian dari program 100 hari kerja Wakil Bupati Garut.

“Ini pertama kalinya saya hadir di acara teman-teman Wirahebat, dan saya ingin memberi semangat agar mereka benar-benar memaksimalkan program ini. Jangan sampai bantuan dari pemerintah justru disia-siakan,” tegas Putri Karlina dalam keterangannya kepada awak media.

Baca Juga:   Putri Karlina Dorong Warga Gunakan “Garut Hebat Super Apps”, Aplikasi Canggih untuk Layanan Publik dan Aspirasi Rakyat

Ia menekankan pentingnya akurasi penerima bantuan, agar modal usaha yang dikucurkan benar-benar jatuh ke tangan pelaku usaha yang punya kapasitas dan semangat juang.

“Modal usaha ini harus diberikan kepada orang yang tepat,” tandasnya lugas.

Garut menuju ekosistem UMKM yang ramah dan inklusif

Putri juga memaparkan bahwa Pemkab Garut saat ini sedang serius membangun iklim usaha yang sehat dan kolaboratif. Terutama bagi para pelaku UMKM pemula yang sedang merintis usaha.

“Kami ingin Garut menjadi daerah yang ramah terhadap UMKM. Ekosistemnya harus mendukung — baik dari sisi kenyamanan, akses pasar, hingga sinergi antar pelaku usaha,” jelasnya.

Baca Juga:   Putri Karlina Dorong UMKM Garut "Naik Kelas" Lewat Jalur Digital

Lebih jauh, ia menyinggung bahwa sektor wisata dan UMKM adalah dua sisi mata uang yang harus berjalan beriringan. Kenaikan jumlah wisatawan, menurutnya, harus berdampak langsung terhadap peningkatan penjualan produk lokal.

“Kolaborasi, komunikasi, dan kondusivitas antar pelaku usaha lokal menjadi kunci. Kita ingin UMKM di Garut tumbuh dalam jaringan yang kuat, bukan jalan sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Dinas UMKM: Program Wirahebat bukan sekadar bantuan modal

Senada dengan itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut, Ridzky Ridznurdhin, menjelaskan bahwa Wirahebat bukan hanya soal bantuan keuangan semata. Lebih dari itu, program ini adalah upaya menggali potensi wirausaha dan membentuk mental tangguh di kalangan pelaku UMKM.

Baca Juga:   JOGGO, Fashion Leather Premium dari Jepang Hadir di Indonesia

“Banyak program bantuan modal sebelumnya gagal karena tidak melihat kapasitas penerimanya. Lewat Wirahebat, kami lakukan pendampingan dari awal, termasuk pembinaan mindset dan wawasan usaha,” ujarnya.

Ridzky menambahkan bahwa program ini dirancang sebagai jawaban dari janji kampanye Wakil Bupati Garut dan telah menjadi bagian dari agenda prioritas 100 hari kerja.

“Menjadi pengusaha itu tidak mudah. Banyak jatuh bangunnya. Tapi melalui pendekatan inkubasi, kita ingin para pelaku UMKM punya daya tahan dan arah yang jelas,” pungkasnya. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *