Berita

Program MBG di Banjarwangi Garut Mendadak Dihentikan, Terkendala Anggaran Belum Cair

×

Program MBG di Banjarwangi Garut Mendadak Dihentikan, Terkendala Anggaran Belum Cair

Sebarkan artikel ini
Pegawai SPPG Bojong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut.

GOSIPGARUT.ID — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Bojong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, mendadak dihentikan sementara mulai Kamis (30/4/2026). Penghentian ini dipicu oleh belum cairnya anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk kelanjutan program.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bojong, Fahmiraka Cahya Pratama, menyampaikan keputusan tersebut melalui surat resmi bernomor 03/SPPG-BJG/IV/2026 tertanggal 30 April 2026.

Dalam surat itu, Fahmiraka menjelaskan bahwa selama ini pelaksanaan program MBG di sekolah dan posyandu berjalan relatif lancar dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Namun, kendala administratif dan teknis memaksa distribusi makanan dihentikan sementara.

Baca Juga:   Kejari dan Polres Garut Perketat Pengawasan Program MBG, Pemkab Siapkan Pengawalan Lintas Sektor

“Distribusi MBG kepada seluruh sekolah dan posyandu dihentikan sementara terhitung sejak 30 April 2026 karena anggaran dari BGN belum turun,” demikian isi surat tersebut.

Ia menambahkan, pihaknya hingga kini masih menunggu proses pencairan dana untuk periode berikutnya. Akibatnya, belum ada kepastian kapan program tersebut dapat kembali berjalan.

“Kami belum dapat memastikan waktu dimulainya kembali distribusi MBG. Informasi lanjutan akan disampaikan setelah anggaran tersedia,” tulis Fahmiraka.

Baca Juga:   BGN Klarifikasi Menu Spageti dan Burger di Program MBG: Bukan Hidangan Harian

Fahmiraka juga menyampaikan permohonan maaf kepada para kepala sekolah dan kader posyandu atas penghentian sementara ini. Ia berharap seluruh pihak dapat memahami situasi yang terjadi.

Program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi bagi anak-anak sekolah dan masyarakat melalui layanan posyandu. Penghentian sementara ini berpotensi berdampak pada penerima manfaat, terutama di wilayah yang cukup bergantung pada bantuan tersebut.

Baca Juga:   2.598 Siswa di Leuwigoong Dapat MBG dengan Menu Daging Ayam Hingga Tumis Bayam

Sejumlah pihak di tingkat sekolah dan posyandu kini menunggu kepastian lanjutan program, sembari berharap pencairan anggaran dapat segera terealisasi agar layanan kembali berjalan normal. (Aka S)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *