Berita

Lima Kecamatan di Garut Akan Jadi Kawasan Pertanian Terpadu Berstandar, Mana Saja?

×

Lima Kecamatan di Garut Akan Jadi Kawasan Pertanian Terpadu Berstandar, Mana Saja?

Sebarkan artikel ini
Pelaksanaan Sosialisasi Kerja Sama Kemitraan Kompetitif (Kreatif) Competitive Grant Program ICARE Jawa Barat, di Aula Bappeda Kabupaten Garut, Selasa (27/2/2024). (Foto: Febri Noptageri)

GOSIPGARUT.ID — Lima kecamatan di Kabupaten Garut akan menjadi kawasan pertanian terpadu berstandar dalam program ICARE (Integrated Corporation Agricultural Resources Empowerment). Hal itu terungkap pada sosialisasi Kerja Sama Kemitraan Kompetitif (Kreatif) Competitive Grant Program ICARE, yang diselenggarakan di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut, Selasa (27/02/2024).

Acara itu pun digelar oleh Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Jawa Barat Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia.

Sekretaris Bappeda Garut, Agus Kurniawan, menjelaskan bahwa ICARE merupakan kolaborasi dan sinergi antara pelaku usaha pertanian, di mana seluruh komponen masyarakat dapat ikut serta dalam program ICARE dengan proposal yang selaras dengan rencana bisnis yang telah ditetapkan.

Baca Juga:   Antusiasme Masyarakat Garut pada Program Pemutihan Pajak Kendaraan Cukup Tinggi, Sehari Capai 2.000 WP

Di Kabupaten Garut, program ini akan dilaksanakan di lima lokasi, yaitu di Kecamatan Cikajang, Cigedug, Sukaresmi, Cisurupan, dan Pasirwangi. Deadline pengajuan proposal adalah minggu pertama bulan Maret, untuk dilakukan review oleh tim Kementan RI.

“Kita berharap unsur-unsur masyarakat baik itu Pemda, komunitas, maupun akademisi, dapat ikut serta untuk membuat proposal terkait dengan program ICARE ini,” katanya.

Program ICARE berupa kawasan pertanian terpadu berstandar, telah hadir di sembilan provinsi di Indonesia, termasuk Kabupaten Garut. Bertujuan untuk mendukung pengelolaan kawasan dan rantai nilai komoditas pertanian yang berkelanjutan dan inklusif, ICARE juga mengarah pada modernisasi, digitalisasi, dan adopsi konsep pertanian modern dan digital di tingkat petani.

Baca Juga:   PT. HRG Berencana Lakukan Perluasan Investasi di Garut, Bepeluang Buka 20 Ribu Lapangan Pekerjaan Baru

Ketua Tim Kelompok Kerja Diseminasi Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Jawa Barat Kementan RI, Darojat Prawiranagara, menjelaskan bahwa dalam program ICARE di Kabupaten Garut, tiga instansi akan menjadi leading sector, yaitu Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Perikanan, serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil.

Darojat menambahkan bahwa masyarakat dapat mengusulkan proposal terkait komoditas yang akan dikembangkan, dengan fokus pada pertanian kentang dan domba Garut. Program ini telah dirintis sejak dua tahun yang lalu, dengan harapan dapat dilaksanakan mulai tahun ini.

“Kemarin juga saya sudah dapat kabar dari Unila, dari universitas-universitas yang lain, itu udah masuk, karena ini terbuka untuk umum bisa saja gitu dari Unila kalau proposalnya terkait kentang, bisa jadi kalau proposalnya bagus bisa membantu di ICARE Jawa Barat,” ujarnya.

Baca Juga:   Pemkab Garut Berencana Terapkan E-Voting dalam Pilkades

Indikator keberhasilan ICARE termasuk peningkatan produksi hingga 30% dan peningkatan pendapatan hingga 80% dalam tiga tahun ke depan. Program ini mengedepankan bisnis bagi petani dengan harapan dapat memberikan hasil luar biasa.

“Karena ini basisnya juga koperasi di mana di dalamnya bisnis diutamakan juga bagi petani, pengembangan-pengembangan bisnis petani, itu harus bisa memanfaatkan ICARE ini,” harapnya. (MAZ)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *