GOSIPGARUT.ID — Kepala Satuan Pelayanan Pengelolaan Jalan dan Jembatan (KSPPJJ) Wilayah 1, Wawan Hermawan, mengatakan kalau banjir di Jalan AH Nasution, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, itu bukan disebabkan dari drainase milik provinsi.
“Dapat kami pastikan, drainase yang terdapat di depan SPBU di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, cukup aman. Ruas jalan dalam pelayanan kami itu hanya terdampak,” ucap dia, Sabtu (3/2/2024).
Pernyataan Wawan itu dibenarkan Kepala PJJ Pelayanan V melalui pejabat fungsional penugasan pada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jabar, Didi, ST. Ia mengatakan, bahwa drainase yang ada di Jalan AH Nasution, Mangkubumi, tersebut adalah hasil buatan pihaknya di tahun 2022.
“Saat itu, saya selaku pejabat pembuat komitmen (PPK)-nya. Untungnya lagi sebagai pelaksana hotmix jalan adalah PT. Trie Mukti Pratama Putra sehingga dapat diakui kualitasnya sampai saat ini meski sering terendam banjir,” ucap Didi.
Ia menambahkan, meski dalam dua tahun terakhir ini jalan tersebut kerap terendam banjir setiap hujan lebat, tetapi kondisi hotmix-nya masih tetap baik.
Begitu juga dengan saluran drainasenya, Didi menjamin aman. Karena, Dinas BMPR Provinsi Jabar cukup memprioritaskan pemeliharaan rutin setiap tahunnya.
“Kami bisa saja melakukan peninggian badan jalan, kalau hanya sekedar untuk mengamankan 100 meter panjang jalan yang terdampak banjir. Tetapi kami tak ingin jalan yang ditangani aman, di sisi lain banjir beralih ke tempat lain,” ujarnya lagi.
Berdasarkan pantauan GOSIPGARUT.ID di lapangan, sejumlah warga mengatakan, kalau banjir yang merendam jalan provinsi itu lebih disebabkan oleh kurang besarnya saluran yang terdapat di Jalan Panyarang, Kecamatan Mangkubumi.
Seperti dikatakan Jajang Tendi (44), kalau di Jalan Panyarang itu, tepatnya mulai dari bawah gapura yang terdapat tulisan Kampung Alas Kaki, terdapat saluran air yang panjangnya sekitar 200 meter berujung ke saluran irigasi Cikunteun 2.
Keberadaan salurannya kecil, sehingga tidak dapat menampung kapasitas air yang menggenang di depan SPBU Mangkubumi.
“Saya tahu beberapa tahun lalu, PU melakukan pembuatan saluran di jalan yang besar ini. Bahkan, sebelum kolam pemandian Mangkubumi dibuatkan juga saluran yang memotong badan jalan,” kata Jang Tendi, sapaan akrabnya.
Permasalahannya, lanjut dia, air yang turun dari perumahan-perumahan yang ada di atas dan turun ke jalan itu tidak mengalir dengan cepat karena saluran air di Jalan Panyarang ukurannya terlalu kecil. (Tomril)



.png)











