Berita

Pelaksanaan Vaksinasi PMK di Garut Terkendala Jauhnya Lokasi dan Kurangnya Petugas

×

Pelaksanaan Vaksinasi PMK di Garut Terkendala Jauhnya Lokasi dan Kurangnya Petugas

Sebarkan artikel ini
Vaksinasi penyakit mulut kuku (PMK) hewan ternak. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Sofyan Yani, mengatakan, pelaksanaan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di daerahnya baru mencapai sekitar 40 persen dari jumlah dosis vaksin yang tersedia. Hingga 2 Juli 2022, total hewan ternak yang sudah divaksin di Kabupaten Garut, berjumlah 5.152 ekor.

“Pelaksanaan vaksinasi di lapangan terkendala oleh sejumlah hal. Lokasi sapi-sapi ini jauh-jauh. Kebanyakan sapi berada di pelosok, jadi petugas harus ke pelosok,” kata dia, Minggu (3/7/2022).

Selain itu, petugas juga terkendala banyaknya hewan ternak yang digembalakan. Menurut Sofyan, sering terjadi kasus ketika petugas sampai ke kandang ternak yang akan divaksin, tapi ternaknya justru sedang digembalakan di luar kandang.

Baca Juga:   Penerimaan CPNS 2019 di Garut Hanya untuk Guru, Penyuluh, dan Tenaga Kesehatan

Ia menambahkan, kendala vaksinasi lainnya adalah jumlah petugas yang terbatas. Sebab, selain harus melakukan vaksinasi, petugas yang ada juga harus melakukan pengobatan terhadap ternak yang sakit PMK. “Vaksinasi ini kan untuk ternak yang sehat. Jadi beda lokasi dengan sapi sakit,” kata Sofyan.

Kendati demikian, ia menandaskan, pihaknya akan terus berupaya untuk melaksanakan vaksinasi kepada hewan kurban. Ditargetkan, sebanyak sekitar 12 ribu hewan ternak di Kabupaten Garut sudah bisa divaksin pada pekan depan. “Mudah-mudahan dalam sepekan ke depan bisa selesai. Kami upayakan secepatnya,” kata Sofyan.

Baca Juga:   Pemkab Garut Izinkan Pasar Hewan Ternak Kembali Beroperasi Meski dengan Pengetatan

Sebelumnya, Pemkab Garut telah menerima sekitar 12 ribu dosis vaksin PMK pada Kamis (23/6/2022). Sementara pelaksanaan vaksinasi hingga 2 Juli 2022 di daerah itu baru dilakukan kepada 5.152 ekor ternak, dengan rincian 3.411 ekor sapi perah, 1.680 ekor sapi potong, dan 61 ekor kerbau.

Ihwal kondisi kesehatan hewan ternak yang akan dikurbankan, Sofyan mengatakan, berdasarkan pemantauan pihaknya titik-titik lapak penjualan hewan kurban tak seperti tahun lalu. Pedagang lebih banyak menjual di masing-masing kandang.

Baca Juga:   Industri Kripto Asia Tenggara Kian Kompetitif, Indonesia Tak Boleh Tertinggal

“Jadi selama ini belum ditemukan sapi yang dijual untuk kurban bergejala PMK. Rata-rata sekarang pembeli langsung membeli ke kandang. Satgas juga terus mengawasi,” ujar dia. (ROL)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel Iklan
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *