Berita

Pemkab Garut Akan Beri Kompensasi Rp5 Juta Setiap Ekor Hewan Ternak Mati Akibat PMK

×

Pemkab Garut Akan Beri Kompensasi Rp5 Juta Setiap Ekor Hewan Ternak Mati Akibat PMK

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Uang kompensasi.

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mendata hewan ternak yang mati akibat penyakit kuku dan mulut (PMK). Pendataan itu dilakukan untuk dijadikan dasar pemberian kompensasi kepada peternak yang terdampak PMK.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Sofyan Yani, mengatakan, Pemkab Garut telah berkomitmen untuk memberikan kompensasi kepada peternak yang terdampak PMK. Besaran kompensasi itu adalah Rp5 juta untuk setiap ekor hewan ternak yang mati akibat PMK dan Rp1 juta untuk hewan ternak kecil.

“Kami masih melakukan pendataan. Karena ternak yang mati angkanya terus bertambah,” kata dia, Jumat (24/6/2022).

Baca Juga:   Harga Minyak WTI Berpotensi Turun Usai Pelantikan Presiden Trump

Sofyan mengaku tak ingin buru-buru mengusulkan anggaran untuk pemberian kompensasi itu. Sebab, dikhawatirkan angka kematian hewan ternak makin bertambah setelah anggaran diusulkan.

“Takutnya nanti kami usulkan, masih ada lagi ternak yang mati jadi tidak dapat. Ini kan harus by name by address, tidak bisa diprediksi,” ujar dia.

Kendati demikian, Sofyan berupaya terus melakukan pendataan. Pendataan kemungkinan akan dilakukan hingga 28 Juni 2022. Setelah itu, anggaran untuk kompensasi baru akan diusulkan untuk direalisasikan.

Ia menambahkan, pemerintah pusat juga berencana memberikan uang kompensasi kepada peternak yang terdampak PMK. Berdasarkan informasi yang diterimanya, besaran uang kompensasi itu adalah Rp 10 juta untuk setiap ternak yang mati.

Baca Juga:   Pelaksanaan Vaksinasi PMK di Garut Terkendala Jauhnya Lokasi dan Kurangnya Petugas

“Namun kami masih belum tahu kepastiannya. Apakah itu boleh digabung dengan anggaran dari daerah atau nanti yang sudah dapat tak boleh dapat lagi,” ujar Sofyan.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian dan Penanggulangan PMK Kabupaten Garut per 23 Juni 2022, terdapat 3.425 ekor ternak yang bergejala PMK di 21 kecamatan, Kabupaten Garut. Sebanyak 75 ekor domba, empat ekor kambing, 16 ekor kerbau, 1.532 sapi potong, dan 1.798 ekor.

Namun, sebanyak 1.715 ekor ternak kondisinya mulai membaik atau sembuh. Sementara hewan ternak yang mati akibat PMK berjumlah 75 ekor dan 79 ekor ternak dipotong bersyarat.

Baca Juga:   Sukses Digelar! FUTUREX 2025 SATU University Hadirkan Inspirasi dan Peluang untuk Ratusan Siswa SMA di Bandung

Ihwal informasi terkait 53 ekor sapi perah yang mati di Kecamatan Cisurupan beberapa hari lalu, Sofyan mengatakan, hanya ada belasan ekor yang mati akibat PMK. Angka 53 ekor itu merupakan data kematian se-Kabupaten Garut beberapa hari lalu.

“Kematian sapi di Cisurupan juga sudah masuk ke data Satgas,” jelas Sofyan. (ROL)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *