Diguyur Hujan, Jembatan Darurat di Banjarwangi Hanyut Terbawa Luapan Air

Diguyur Hujan, Jembatan Darurat di Banjarwangi Hanyut Terbawa Luapan Air

GOSIPGARUT.ID -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mendata hewan ternak yang mati akibat penyakit kuku dan mulut (PMK). Pendataan itu...
Read More
42 Penyuluh Pertanian Distan Garut Ikuti Bimbingan Teknis Podcast

42 Penyuluh Pertanian Distan Garut Ikuti Bimbingan Teknis Podcast

GOSIPGARUT.ID -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mendata hewan ternak yang mati akibat penyakit kuku dan mulut (PMK). Pendataan itu...
Read More
Kejaksaan Sidik Kasus Dugaan Korupsi di DPRD Garut yang Rugikan Negara Rp1,2 Miliar

Kejaksaan Sidik Kasus Dugaan Korupsi di DPRD Garut yang Rugikan Negara Rp1,2 Miliar

GOSIPGARUT.ID -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mendata hewan ternak yang mati akibat penyakit kuku dan mulut (PMK). Pendataan itu...
Read More
Anak Usia 5 Tahun Ini Kalahkan para Juara Bulutangkis dari 4 Kecamatan Garut Selatan

Anak Usia 5 Tahun Ini Kalahkan para Juara Bulutangkis dari 4 Kecamatan Garut Selatan

GOSIPGARUT.ID -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mendata hewan ternak yang mati akibat penyakit kuku dan mulut (PMK). Pendataan itu...
Read More
Wabup Garut dan Wagub Jabar Berharap para Jurnalis Perkuat Mitigasi Bencana

Wabup Garut dan Wagub Jabar Berharap para Jurnalis Perkuat Mitigasi Bencana

GOSIPGARUT.ID -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mendata hewan ternak yang mati akibat penyakit kuku dan mulut (PMK). Pendataan itu...
Read More
Kadis PMD Garut Jalan Kaki Sejauh Dua Kilometer untuk Tinjau Potensi Wisata Desa Sukajaya

Kadis PMD Garut Jalan Kaki Sejauh Dua Kilometer untuk Tinjau Potensi Wisata Desa Sukajaya

GOSIPGARUT.ID -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mendata hewan ternak yang mati akibat penyakit kuku dan mulut (PMK). Pendataan itu...
Read More
Kantor DPRD Garut Digeledah Kejari, LBH Padjajaran: Itu karena Tidak Kooperatif

Kantor DPRD Garut Digeledah Kejari, LBH Padjajaran: Itu karena Tidak Kooperatif

GOSIPGARUT.ID -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mendata hewan ternak yang mati akibat penyakit kuku dan mulut (PMK). Pendataan itu...
Read More
Terancam Ambruk karena Pergerakan Tanah, Kantor Desa Panggalih Bakal Direlokasi

Terancam Ambruk karena Pergerakan Tanah, Kantor Desa Panggalih Bakal Direlokasi

GOSIPGARUT.ID -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mendata hewan ternak yang mati akibat penyakit kuku dan mulut (PMK). Pendataan itu...
Read More
Pemprov Jabar Usul Bentuk Gugus Tugas Honorer sebagai Jembatan Aspirasi

Pemprov Jabar Usul Bentuk Gugus Tugas Honorer sebagai Jembatan Aspirasi

GOSIPGARUT.ID -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mendata hewan ternak yang mati akibat penyakit kuku dan mulut (PMK). Pendataan itu...
Read More
Rider Sepeda Asal Garut Siap Berkompetisi di “Enduro World Series” Eropa

Rider Sepeda Asal Garut Siap Berkompetisi di “Enduro World Series” Eropa

GOSIPGARUT.ID -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mendata hewan ternak yang mati akibat penyakit kuku dan mulut (PMK). Pendataan itu...
Read More
Berita  

Pemkab Garut Akan Beri Kompensasi Rp5 Juta Setiap Ekor Hewan Ternak Mati Akibat PMK

ILUSTRASI -- Uang kompensasi.

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mendata hewan ternak yang mati akibat penyakit kuku dan mulut (PMK). Pendataan itu dilakukan untuk dijadikan dasar pemberian kompensasi kepada peternak yang terdampak PMK.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Sofyan Yani, mengatakan, Pemkab Garut telah berkomitmen untuk memberikan kompensasi kepada peternak yang terdampak PMK. Besaran kompensasi itu adalah Rp5 juta untuk setiap ekor hewan ternak yang mati akibat PMK dan Rp1 juta untuk hewan ternak kecil.

“Kami masih melakukan pendataan. Karena ternak yang mati angkanya terus bertambah,” kata dia, Jumat (24/6/2022).

Baca Juga:   Pemkab Garut Siapkan Dana Rp1,2 Miliar untuk Lanjutkan Sentra Vaksinasi

Sofyan mengaku tak ingin buru-buru mengusulkan anggaran untuk pemberian kompensasi itu. Sebab, dikhawatirkan angka kematian hewan ternak makin bertambah setelah anggaran diusulkan.

“Takutnya nanti kami usulkan, masih ada lagi ternak yang mati jadi tidak dapat. Ini kan harus by name by address, tidak bisa diprediksi,” ujar dia.

Kendati demikian, Sofyan berupaya terus melakukan pendataan. Pendataan kemungkinan akan dilakukan hingga 28 Juni 2022. Setelah itu, anggaran untuk kompensasi baru akan diusulkan untuk direalisasikan.

Ia menambahkan, pemerintah pusat juga berencana memberikan uang kompensasi kepada peternak yang terdampak PMK. Berdasarkan informasi yang diterimanya, besaran uang kompensasi itu adalah Rp 10 juta untuk setiap ternak yang mati.

Baca Juga:   Bertambah, Jumlah Hewan Ternak yang Terjangkit Wabah PMK di Garut Jadi 517 Ekor

“Namun kami masih belum tahu kepastiannya. Apakah itu boleh digabung dengan anggaran dari daerah atau nanti yang sudah dapat tak boleh dapat lagi,” ujar Sofyan.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian dan Penanggulangan PMK Kabupaten Garut per 23 Juni 2022, terdapat 3.425 ekor ternak yang bergejala PMK di 21 kecamatan, Kabupaten Garut. Sebanyak 75 ekor domba, empat ekor kambing, 16 ekor kerbau, 1.532 sapi potong, dan 1.798 ekor.

Baca Juga:   Karena Pandemi, Keluarga Syekh Ali Jaber Pastikan Tidak Menggelar Tahlilan

Namun, sebanyak 1.715 ekor ternak kondisinya mulai membaik atau sembuh. Sementara hewan ternak yang mati akibat PMK berjumlah 75 ekor dan 79 ekor ternak dipotong bersyarat.

Ihwal informasi terkait 53 ekor sapi perah yang mati di Kecamatan Cisurupan beberapa hari lalu, Sofyan mengatakan, hanya ada belasan ekor yang mati akibat PMK. Angka 53 ekor itu merupakan data kematian se-Kabupaten Garut beberapa hari lalu.

“Kematian sapi di Cisurupan juga sudah masuk ke data Satgas,” jelas Sofyan. (ROL)

Comment