oleh

Kronologi Kejaksaan Intai Buronan Kejari Garut yang Ditangkap Usai Gugat Cerai Istri

GOSIPGARUT.ID — Tim Tangkap Buronan (Tabur) menangkap buronan Tauhidi Fachrurozi, Kamis (16/9/2021). Tauhidi ditangkap Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut di Jalan Perum Mahkota, Kabupaten Subang.

Dia sudah 12 tahun jadi buronan dalam kasus kegiatan peningkatan Sarana dan Prasarana Usaha Kelautan Tahun Anggaran 2005 di Lingkungan Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat.

Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer menjelaskan kronologi penangkapan Tauhidi. Menurut dia, Tauhidi ditangkap di rumahnya.

Tim kemudian melakukan pemantauan di lingkungan tempat tinggal Tauhidi selama beberapa hari. Pemantauan dilakukan untuk memastikan terpidana berada di kediamannya.

“Dan setelah dilaksanakan pengamanan, terpidana dibawa ke Kantor Kejari Subang dan selanjutnya dibawa Kejari Garut untuk dilakukan eksekusi,” kata Leonard dalam keterangannya, Jumat (17/9/2021).

Baca Juga:   Guntur, Pendaki Asal Jakarta Hilang di Gunung Cikuray Garut

Setelah sampai di Kejari Garut, terpidana dilakukan pemeriksaan kesehatan dan swab antigen dengan hasil dinyatakan sehat dan negatif Covid-19. Selanjutnya dilakukan eksekusi oleh Jaksa Eksekutor Pidana Khusus Kejari Garut ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Garut.

Kasus Tauhidi

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI No. 669 K/Pid.Sus/2007 tanggal 05 September 2007 karena melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara pada kegiatan peningkatan sarana dan prasarana usaha kelautan tahun anggaran 2005 di Lingkungan Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat.

Dalam proyek tersebut, dilakukan pengembangan Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Cilauteureun, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat TA 2005 dengan nilai kontrak sebesar Rp1.190.572.000.

Baca Juga:   Untuk Segera Disidangkan, Kejari Garut Lengkapi Berkas Kasus Korupsi SOR Ciateul

Dalam hal ini, PT. Satia Nugraha Mulya dengan direktur TB. M. Taufiq A mendapatkan pekerjaan tersebut kemudian memberikan kuasa kepada Tauhidi sebagai pelaksana kegiatan/pekerjaan dan terbukti bersalah karena melaksanakan pembangunan yang tidak sesuai atau menyimpang dari bestek yang ada.

Dia juga tidak melakukan kewajiban memperbaiki kerusakan bangunan revetment dalam masa pemeliharaan. Padahal Tauhidi sebagai pelaksana telah menerima uang pembayaran sebesar Rp1.009.496.821.

“Sehingga pekerjaan tidak sesuai dengan yang diharapkan dan dinilai gagal total/tidak berfungsi telah merugikan keuangan negara/daerah sebesar Rp597.503.049.52,” jelas dia.

Baca Juga:   Kejari Garut akan Jemput Paksa Kades Karyajaya Tersangka Korupsi ADD

Ketahuan usai cerai

Kepala Kejari Garut, Neva Sari Susanti mengatakan bahwa terungkapnya keberadaan Tauhidi diketahui setelah ia melakukan gugatan cerai terhadap istrinya. Saat ia mendaftarkan, data-data yang berkaitan muncul.

“Tauhidi ini memang sempat buron selama 12 tahun, tinggal di beberapa wilayah dan sempat mengganti identitas. Saat dia melakukan gugatan cerai, data-datanya muncul di kejaksaan sehingga alamat rumahnya dan yang lainnya kita ketahui,” kata Neva, Kamis (16/9/2021).

Berbekal data tersebut, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Kejari Subang untuk menangkap buronan tersebut. Tim Tabur Kejari Garut yang terdiri dari Tim Intel dan Pidsus pun meluncur ke Subang untuk melakukan penjemputan. (Mrdk)

Komentar

Berita Terkait