Wisata

Cegah Kecelakaan Laut di Garut Selatan, Disparbud Rekrut 15 Sukarelawan Penyelamat ​

×

Cegah Kecelakaan Laut di Garut Selatan, Disparbud Rekrut 15 Sukarelawan Penyelamat ​

Sebarkan artikel ini
Pantai Puncakguha Garut Selatan.

GOSIPGARUT.ID — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut memperketat pengawasan keselamatan wisatawan di kawasan pesisir Garut Selatan. Langkah ini diambil menyusul tumbuhnya destinasi pantai berbasis pengelolaan desa, seperti Pantai Puncakguha dan Pantai Karangparanje, yang kian diminati pengunjung.

​Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menyatakan bahwa langkah pencegahan dini menjadi kunci utama untuk meminimalkan potensi musibah terseret ombak. “Setidaknya kita bisa melakukan pencegahan sehingga bisa meminimalisir kejadian-kejadian yang selama ini sering terjadi di wilayah pantai di selatan,” ujar dia, Rabu, 28 Oktober 2026.

​Untuk mengimbangi lonjakan kunjungan, Disparbud merkrut 15 sukarelawan penyelamat pantai dari berbagai titik destinasi. Para personel baru ini diproyeksikan memperkuat jajaran Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Garut yang saat ini hanya memiliki 17 petugas bersertifikat.

Baca Juga:   Tiga Hari Tenggelam di Pantai Sancang, Pemuda Ini Ditemukan Tak Bernyawa

​Strategi penyiapan armada penyelamat dilakukan secara bertahap melalui sistem train the trainer. Pada tahap awal, Disparbud menempatkan dua sukarelawan terlatih di setiap titik pantai. Keduanya bertugas menularkan keterampilan pertolongan keselamatan kepada warga lokal dan pengelola destinasi setempat.

​Program pelatihan memadukan aspek pertolongan teknis dan pertolongan pertama medis. Disparbud menggandeng instruktur Balawista bersertifikat serta tim medis dari Dinas Kesehatan dan rumah sakit daerah. Materi pembekalan mencakup teknik mitigasi risiko, simulasi pertolongan di laut, hingga penanganan darurat pra-rumahsakit.

Baca Juga:   SMK Mekarmukti Gratiskan Biaya Pendidikan, Tahun Ini Luluskan 55 Siswa

​”Selebihnya untuk pertolongan darurat di lapangan itu dilakukan secara mandiri oleh Balawista yang sudah tersertifikasi yang kita tunjuk,” kata Beni menekankan pentingnya standar profesionalisme dalam penanganan musibah.

​Penguatan sistem keselamatan pantai menjadi isu krusial di wilayah selatan Jawa Barat. Karakteristik gelombang Samudera Hindia yang tinggi dan keberadaan arus bawah laut sering kali membahayakan wisatawan yang berenang di area terlarang. Di sisi lain, pembukaan destinasi wisata baru oleh pemerintah desa belum sepenuhnya diimbangi sarana penunjang keselamatan yang memadai.

Baca Juga:   Banyak Orang Mampir ke Masjid Al-Jabbar di Garut Selatan Hanya untuk Foto Selfie?

​Melalui penambahan sukarelawan dan integrasi tim Balawista, Pemerintah Kabupaten Garut menargetkan penataan standar keamanan yang merata di seluruh kawasan pesisir. “Kita berharap dengan adanya sukarelawan Balawista ini untuk menjaga keselamatan para wisatawan,” ujar Beni. ***

Yanti
previous arrow
next arrow

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
BGN 1
previous arrow
next arrow
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *